Flexi School Bintaro · Berdiri 2021
Sekolah yang lahir dari keberanian dua orang tua yang memilih jalan berbeda.
Flexi School tidak lahir dari rencana bisnis atau kajian pasar. Ia lahir dari kebingungan dua orang tua yang tidak menemukan sekolah yang tepat untuk anak mereka sendiri — dan dari keyakinan bahwa pendidikan yang lebih selaras dengan anak memang mungkin.
NPSN P9997849 · Akreditasi B · BAN PDM No. 00543/280000/PKBM/2023
Dari satu anak, satu pertanyaan, satu keputusan
Semua berawal dari satu kalimat anak kelas 8.
Tahun 2021, putra pertama Ratih dan Juni berada di SMP kelas 8. Ia bukan anak yang bermasalah — ia anak yang cerdas, punya rasa ingin tahu yang besar, dan tahu persis apa yang ingin ia pelajari. Masalahnya sederhana: sekolah tidak punya ruang untuk itu. Ia merasa waktunya habis untuk hal-hal yang tidak ia butuhkan, sementara yang ia minati tidak pernah difasilitasi.
Ratih dan Juni mencari sekolah pengganti — yang sesuai dengan nilai keluarga, memberi ruang eksplorasi, dan mengembangkan minat anak. Mereka tidak menemukannya. Akhirnya mereka memutuskan untuk membangunnya sendiri. Keputusan yang lahir bukan dari kemarahan — tapi dari keyakinan bahwa ada cara mendidik yang lebih selaras dengan anak, lebih manusiawi, dan lebih relevan dengan kehidupan yang akan dihadapi remaja.
Sejak hari pertama, Flexi tidak berdiri sendiri. Dua psikolog perkembangan remaja alumni Universitas Indonesia — rekan kuliah Ratih di Fakultas Psikologi UI — bergabung membangun fondasi kurikulum. Kurikulum Aqil Baligh, metode EduAgility, dan sistem penilaian berbasis kompetensi yang menjadi DNA Flexi hingga hari ini lahir dari kolaborasi itu. Ini bukan sekolah yang dibangun oleh satu atau dua orang — ia dibangun oleh sebuah ekosistem sejak hari pertama.
Dari anak-anak yang menjadi alasan Flexi berdiri
Putra pertama Ratih dan Juni belajar sangat mandiri. Ketertarikannya pada Cyber Security mendorongnya hingga meraih Certified Ethical Hacker (CEH) dari EC-Council saat kelas 9 SMP, membuat software, merakit komputer 8 bit, mengikuti kelas daring Harvard dan MIT, dan lolos SNBT ke ITS. Ia memilih melanjutkan ke Studienkolleg program Leibniz University Hannover sebagai persiapan kuliah S1 di Jerman.
Adiknya punya jalur yang sama sekali berbeda. Di kelas 11 akhir ia sudah meraih sertifikat JLPT N2 (Bahasa Jepang) — tingkat kedua tertinggi dari lima tingkat JLPT, dan di atas N3 yang umum dijadikan standar kelulusan program S1 Bahasa Jepang di Indonesia. Tahun 2026 ia diterima di UI lewat SNBT, lalu memilih melanjutkan kuliah ke Jepang melalui sekolah bahasa di Osaka.
Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka. Yang kami tahu: ketika diberi ruang, mereka bergerak jauh lebih dari yang kami perkirakan. Itu yang mendorong kami membangun ruang yang sama untuk anak-anak lain.
Bagi Ratih dan Juni, keberhasilan bukan soal gelar atau tempat kuliah. Yang penting adalah bagaimana siswa menjalani proses belajar untuk menemukan jati dirinya. Lima tahun berjalan — dengan semua ketidaksempurnaan, kami terus belajar dan memperbaiki diri. Tidak ada yang ideal. Tapi puluhan siswa yang datang dalam kondisi tidak mudah telah menunjukkan bahwa ruang yang tepat bisa menghasilkan hal-hal yang tidak terduga.
Kami membangun Flexi bukan karena sudah punya semua jawaban. Kami membangunnya karena percaya pertanyaannya layak dijawab bersama — oleh anak, orang tua, fasilitator, dan yayasan yang semuanya masih belajar.
“Anak menerima konsekuensi dari yang dilakukan oleh orang dewasa.”
— Siswa pertama Flexi School
Untuk siapa Flexi hadir
Remaja yang butuh ruang berbeda untuk tumbuh.
Flexi tidak menyeleksi berdasarkan nilai, diagnosis, atau latar belakang sekolah sebelumnya. Yang kami pastikan hanya satu: apakah ekosistem Flexi adalah ekosistem yang tepat untuk anak ini dan keluarganya.
- Anak yang berbeda
Punya cara belajar, ritme, atau minat yang tidak tertampung di sekolah formal. Di Flexi, perbedaan itu adalah titik awal, bukan hambatan.
- Anak yang sudah tahu arah
Sudah jelas apa yang ingin ia tekuni dan butuh ruang untuk mendalaminya lebih jauh, bukan sekadar mengikuti kurikulum yang seragam.
- Anak yang jenuh
Merasa sekolah membuang waktunya untuk hal yang tidak bermakna baginya. Tahu apa yang ingin dipelajari, tapi tidak menemukan ruangnya.
- Anak yang lelah
Burnout, kecemasan, atau kelelahan akibat tekanan sistem yang tidak pernah melihatnya sebagai individu. Butuh ruang pulih dulu sebelum bisa bergerak lagi.
- Anak yang belum tahu
Belum menemukan siapa dirinya, apa minatnya, dan ke mana hidupnya akan pergi. Flexi memberi ruang eksplorasi yang aman untuk menemukannya.
- Anak berkebutuhan khusus
Yang di ekosistem yang tepat justru menemukan kemampuannya dan berani menampilkan karyanya di hadapan publik. Program Prodigy hadir untuk mereka.
- Keluarga homeschooler
Yang punya idealisme berbeda tentang pendidikan dan membutuhkan ekosistem yang mendukung — dengan ijazah resmi Paket A, B, atau C.
Sebagian siswa datang ke Flexi bukan sebagai pilihan pertama. Mereka datang setelah sistem lain tidak berhasil, dan membawa pengalaman yang tidak mudah. Kami menerima setiap keluarga apa adanya, lalu bersama mencari langkah berikutnya. Dari pengalaman kami, anak yang paling berkembang adalah anak yang orang tuanya menerima dan ridha serta bersedia hadir dan belajar bersama — tapi kami tahu ini tidak selalu mudah, dan kami tidak menghakimi proses itu.
Perjalanan Flexi School
Lima tahun pertama.
Perjalanan masih panjang. Tapi bagi kami, yang paling penting sudah terbukti — pendidikan yang lebih selaras dengan anak itu memang mungkin ada.
- 2021Flexi School berdiri di Bintaro
Didirikan oleh Ratih Wulandari Nurullita dan Juni Handoko, bernaung di bawah Yayasan Mandiri Edu Kreasi. SK Izin Operasional diterbitkan: No. 423.8/8-DPMPTSP/OL/2021.
- 2021Kurikulum Aqil Baligh (Pertumbuhan Karakter) dan EduAgility dibangun
Bersama Diana Rahma dan Adriano Rusfi, fondasi kurikulum berbasis fitrah dirumuskan. Sistem penilaian tiga dimensi — Spiritual, Cerdas, Dewasa — mulai diterapkan.
- 2022Program Homeschooling dan SOT mulai berjalan
Program Homeschooling dibuka untuk keluarga di luar Bintaro. LMS diintegrasikan ke seluruh program. Sekolah Orang Tua mulai dijalankan sebagai bagian inti kurikulum.
- 2023Terakreditasi B
Flexi School meraih Akreditasi B dari BAN PDM: No. 00543/280000/PKBM/2023. Pengakuan formal atas kualitas penyelenggaraan pendidikan kesetaraan.
- 2024Lulusan pertama masuk universitas
Angkatan pertama lulusan SMA Flexi diterima di berbagai PTN dan universitas luar negeri — sebagian tanpa bimbel, sebagian dengan beasiswa. Membuktikan ijazah Paket C berlaku setara.
- 2025Dokumen Jati Diri dan Cara Belajar
Pondasi kurikulum Flexi diperkokoh — penyelarasan taksonomi penilaian dan jembatan kompas-persneling telah siap.
- 2026Perjalanan masih panjang
Flexi terus berkembang — dan terus belajar. Keyakinannya sama seperti hari pertama: pendidikan yang selaras dengan anak, manusiawi, dan relevan. Pelaksanaannya tidak selalu sempurna. Tapi komitmen untuk memperbaiki diri tidak pernah berhenti.
Dibangun bersama
Konsultan psikologi yang membangun fondasi.
Kurikulum Flexi dibangun bersama dua psikolog perkembangan remaja alumni Universitas Indonesia — rekan kuliah Ratih Wulandari di Psikologi UI — sejak sebelum Flexi berdiri hingga hari ini. Keduanya psikolog sekaligus konsultan kurikulum yang mendampingi banyak sekolah, bukan hanya Flexi.
-
Konsultan Psikologi · Arsitek Kurikulum Aqil Baligh (Pertumbuhan Karakter)
DRDiana Rahma, M.Psi., PsikologAlumni Psikologi Universitas Indonesia
Pengembang Kurikulum Aqil Baligh dan sistem penilaian pertumbuhan karakter berbasis tiga dimensi — Spiritual, Cerdas, Dewasa — yang menjadi DNA penilaian Flexi hingga hari ini.
Psikolog dan konsultan kurikulum di berbagai sekolah.
-
Konsultan Psikologi · Penggagas Kurikulum Aqil Baligh (Pertumbuhan Karakter)
ARDrs. Adriano Rusfi, PsikologAlumni Psikologi Universitas Indonesia
Penggagas Agile Education dan Lima Jenjang Kematangan Jiwa — fondasi filosofis cara Flexi memandang dan mendampingi perkembangan remaja.
Psikolog dan konsultan kurikulum di berbagai sekolah.
Lebih dari sekolah
Flexi adalah komunitas. Semua sedang tumbuh, semua sedang belajar.
Fondasi Flexi bukan hanya kurikulum untuk siswa. Ini cermin bagi semua orang di dalamnya. Di Flexi tidak ada pihak yang sudah selesai belajar — dan justru itulah yang membuat Flexi lebih dari sekadar sekolah.
- Siswa
Belajar dari minat, proyek, dan pengalaman hidup langsung.
- Fasilitator
Bertumbuh sambil mendampingi siswa bertumbuh. Pemandu, bukan sumber ilmu.
- Orang tua
Mitra yang belajar mendampingi anaknya lebih baik melalui Sekolah Orang Tua.
- Tutor
Belajar mengajar dengan cara yang menghidupkan berpikir, bukan menghafal.
- Yayasan
Belajar dari setiap semester, setiap keputusan, dan setiap anak yang melewati pintu Flexi.
Janji yang dapat dipegang
Komitmen Flexi kepada setiap keluarga.
Ini bukan janji pemasaran. Ini komitmen yang dapat dipegang oleh setiap siswa, orang tua, dan fasilitator yang memilih Flexi School.
Kami melihat setiap anak sebagai individu. Bukan nomor absen, bukan nilai rapor, bukan diagnosis. Setiap anak dikenal namanya, dipahami kondisinya, dan didampingi secara personal.
Kami tidak membandingkan satu anak dengan anak lain. Kemajuan setiap siswa diukur berdasarkan perjalanannya sendiri.
Kami menjaga kehangatan tanpa mengorbankan standar. Flexi bukan sekolah santai tanpa tuntutan — kami mendorong yang terbaik dengan kehangatan dan kepercayaan, bukan tekanan dan perbandingan.
Kami jujur kepada orang tua — termasuk saat kondisi tidak mudah. Kami mitra, bukan vendor. Mitra berbicara jujur, bahkan ketika kejujurannya tidak mudah didengar.
Kami terus belajar dan berkembang. Bukan karena prinsip kami berubah — tapi karena pemahaman kami tentang prinsip itu tumbuh seiring pengalaman mendampingi setiap anak dan keluarga.
Izin dan legalitas
Resmi, terakreditasi, dan diakui negara.
“Flexi School Bintaro” adalah nama yang kami pakai sehari-hari. Secara lembaga, Flexi bernaung di bawah Yayasan Mandiri Edu Kreasi dan beroperasi sebagai PKBM yang sah menurut UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas — jadi jangan bingung bila menemukan nama itu di dokumen resmi. Ijazah Paket A, B, dan C berlaku penuh untuk SNBT, PTN, dan universitas luar negeri.
- Nama lembaga
- PKBM Flexi School
- Naungan
- Yayasan Mandiri Edu Kreasi
- NPSN
- P9997849
- SK Izin Operasional
- No. 423.8/8-DPMPTSP/OL/2021
- Akreditasi
- Peringkat B — No. 00543/280000/PKBM/2023
- Kesetaraan
- Paket A (SD) · Paket B (SMP) · Paket C (SMA)
- Regulasi akademis
- UU No. 20/2003 (Sisdiknas)
- Alamat
- Jl. Reformasi Raya No. 62–63
Pondok Aren, Tangerang Selatan 15224 - 0812 1035 6374
Lulusan Flexi melanjutkan ke
Perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Saat ini lebih dari 200 orang tua siswa mempercayakan pendidikan anaknya kepada Flexi. Sebagian lulusan diterima tanpa bimbel, sebagian dengan beasiswa — setiap lulusan punya ceritanya sendiri.
Dalam negeri
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Indonesia
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Universitas Padjadjaran
- Universitas Brawijaya
- Bina Nusantara University
- Prasetiya Mulya
- UIN Syarif Hidayatullah
- Universitas Al-Azhar Indonesia
- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
- Universitas Negeri Surabaya
- Universitas Multimedia Nusantara
- Institut Teknologi Indonesia
- ISBI Bandung
- Politeknik Negeri Jakarta
- Universitas Trisakti
- Politeknik Negeri Media Kreatif
Luar negeri
- Ritsumeikan APU · Jepang
- Osaka Bunka Kokusai Gakkō · Jepang
- Bartın Üniversitesi · Türkiye
- Sakarya Üniversitesi · Türkiye
Kenali lebih dalam. Datang langsung.
Kunjungi Flexi, lihat suasananya langsung, lalu ceritakan tentang anak Anda bersama tim kami.
Jl. Reformasi Raya No. 62–63, Pondok Aren, Tangerang Selatan 15224.
