0812 1035 6374 [email protected]

Flexi School Bintaro · Berdiri 2021

Sekolah yang lahir
dari keberanian
dua orang tua yang
memilih jalan berbeda.

Flexi School tidak lahir dari rencana bisnis atau kajian pasar. Ia lahir dari kebingungan dua orang tua yang tidak menemukan sekolah yang tepat untuk anak mereka sendiri — dan dari keyakinan bahwa pendidikan yang lebih jujur itu mungkin ada.

Ratih Wulandari Nurullita, Co-Founder Flexi School
Ratih Wulandari N. Co-Founder
Juni Handoko, Co-Founder Flexi School
JH
Juni Handoko Co-Founder

Dari satu anak, satu pertanyaan, satu keputusan

Tahun 2021, putra pertama Ratih dan Juni berada di kelas 8. Ia bukan anak yang bermasalah — ia anak yang cerdas, punya rasa ingin tahu yang besar, dan tahu persis apa yang ingin ia pelajari. Masalahnya sederhana: sekolah tidak punya ruang untuk itu. Ia merasa waktunya habis untuk hal-hal yang tidak ia butuhkan, sementara yang ia minati tidak pernah difasilitasi.

Ratih dan Juni mencari sekolah pengganti — yang sesuai dengan nilai keluarga, memberi ruang eksplorasi, dan mengembangkan minat anak. Mereka tidak menemukannya. Akhirnya mereka memutuskan untuk membangunnya sendiri. Keputusan yang lahir bukan dari kemarahan — tapi dari keyakinan bahwa ada cara mendidik yang lebih jujur, lebih manusiawi, dan lebih relevan dengan kehidupan yang akan dihadapi remaja.

Sejak hari pertama, Flexi tidak berdiri sendiri. Dua psikolog perkembangan remaja alumni Universitas Indonesia — Diana Rahma, M.Psi., Psikolog dan Drs. Adriano Rusfi, M.Psi., Psikolog, rekan kuliah Ratih di Fakultas Psikologi UI — bergabung membangun fondasi kurikulum. Kurikulum Aqil Baligh — kurikulum pertumbuhan karakter khas Flexi — metode EduAgility, dan sistem penilaian berbasis kompetensi yang menjadi DNA Flexi hingga hari ini lahir dari kolaborasi itu. Ini bukan sekolah yang dibangun oleh satu atau dua orang — ia dibangun oleh sebuah ekosistem sejak hari pertama.

Dari anak-anak yang menjadi alasan Flexi berdiri

Putra pertama Ratih dan Juni belajar sangat mandiri di Flexi. Ketertarikannya pada Cyber Security mendorongnya hingga meraih Certified Ethical Hacker (CEH) dari EC-Council pada usia 15 tahun, mengikuti kelas daring Harvard dan MIT, dan lolos SNBT ke ITS. Ia memilih melanjutkan ke Studienkolleg program Leibniz University Hannover sebagai persiapan masuk kuliah S1 di Jerman.

Adiknya punya jalur yang sama sekali berbeda. Di kelas 12 awal ia sudah meraih sertifikat JLPT N2 (Bahasa Jepang) dan diterima di UI. Ia memilih melanjutkan ke Jepang — mempersiapkan diri melalui sekolah bahasa di Osaka untuk masuk universitas di sana.

Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka. Yang kami tahu: ketika diberi ruang, mereka bergerak jauh lebih dari yang kami perkirakan. Itu yang mendorong kami membangun ruang yang sama untuk anak-anak lain.

Bagi Ratih dan Juni, keberhasilan bukan soal gelar atau tempat kuliah. Yang penting adalah bagaimana siswa menjalani proses belajar untuk menemukan jati dirinya. Lima tahun berjalan — dengan semua ketidaksempurnaan dan pembelajaran di dalamnya. Tidak ada yang ideal. Tapi puluhan siswa yang datang dalam kondisi tidak mudah telah menunjukkan bahwa ruang yang tepat bisa menghasilkan hal-hal yang tidak terduga.

Kami membangun Flexi bukan karena sudah punya semua jawaban. Kami membangunnya karena percaya pertanyaannya layak dijawab bersama — oleh anak, orang tua, fasilitator, dan yayasan yang semuanya masih belajar.

“Anak menerima konsekuensi dari yang dilakukan oleh orang dewasa.”

— Siswa pertama Flexi School
Untuk siapa Flexi hadir

Remaja yang butuh
ruang berbeda untuk tumbuh.

Flexi tidak menyeleksi berdasarkan nilai, diagnosis, atau latar belakang sekolah sebelumnya. Yang kami pastikan hanya satu: apakah ekosistem Flexi adalah ekosistem yang tepat untuk anak ini dan keluarganya.

Anak yang jenuh

Merasa sekolah membuang waktunya untuk hal yang tidak bermakna baginya. Tahu apa yang ingin dipelajari, tapi tidak menemukan ruangnya.

Anak yang lelah

Burnout, anxiety, atau kelelahan akibat tekanan sistem yang tidak pernah melihatnya sebagai individu. Butuh ruang pulih dulu sebelum bisa bergerak lagi.

Anak yang berbeda

Punya cara belajar, ritme, atau minat yang tidak tertampung di sekolah formal. Di Flexi, perbedaan itu adalah titik awal, bukan hambatan.

Anak yang belum tahu

Belum menemukan siapa dirinya, apa minatnya, dan ke mana hidupnya akan pergi. Flexi memberi ruang eksplorasi yang aman untuk menemukannya.

Anak berkebutuhan khusus

Yang di ekosistem yang tepat justru menemukan kemampuannya dan berani menampilkan karyanya di hadapan publik. Program Prodigy hadir untuk mereka.

Keluarga homeschooler

Yang punya idealisme berbeda tentang pendidikan dan membutuhkan ekosistem yang mendukung — dengan ijazah resmi Paket A, B, atau C.

Sebagian besar datang ke Flexi bukan sebagai pilihan pertama. Mereka datang setelah sistem lain tidak berhasil — dalam kondisi terluka. Kami menerimanya. Dari pengalaman kami, anak yang paling berkembang adalah anak yang orang tua yang menerima/ ridha serta bersedia hadir dan belajar bersama — tapi kami tahu ini tidak selalu mudah, dan kami tidak menghakimi proses itu.

Perjalanan Flexi School

Lima tahun pertama.

Perjalanan masih panjang. Tapi bagi kami, yang paling penting sudah terbukti — pendidikan yang lebih jujur itu memang mungkin ada.

2021
Flexi School berdiri di Bintaro

Didirikan oleh Ratih Wulandari Nurullita dan Juni Handoko, bernaung di bawah Yayasan Mandiri Edu Kreasi. SK Izin Operasional diterbitkan: No. 423.8/8-DPMPTSP/OL/2021.

2021
Kurikulum Aqil Baligh (Pertumbuhan Karakter) dan EduAgility dibangun

Bersama Diana Rahma dan Adriano Rusfi, fondasi kurikulum berbasis fitrah dirumuskan. Sistem penilaian 3 Dimensi — Spiritual, Cerdas, Dewasa — mulai diterapkan.

2022
Program Homeschooling dan SOT mulai berjalan

Program Homeschooling dibuka untuk keluarga di luar Bintaro. LMS diintegrasikan ke seluruh program. Sekolah Orang Tua (SOT) 12 sesi per tahun mulai dijalankan sebagai bagian inti kurikulum.

2023
Terakreditasi B

Flexi School meraih Akreditasi B dari BAN PAUD dan PNF: No. 00543/280000/PKBM/2023. Pengakuan formal atas kualitas penyelenggaraan pendidikan kesetaraan.

2024
Lulusan pertama masuk universitas

Angkatan pertama lulusan SMA Flexi diterima di berbagai PTN dan universitas luar negeri — sebagian tanpa bimbel, sebagian dengan beasiswa. Membuktikan ijazah Paket C berlaku setara.

2025
Dokumen Jati Diri dan Cara Kerja

Pondasi kurikulum Flexi diperkokoh — penyelarasan taksonomi penilaian dan jembatan kompas-persneling telah siap.

2026
TA 2026/2027 — dan perjalanan masih panjang

Flexi terus berkembang — dan terus belajar. Keyakinannya sama seperti hari pertama: pendidikan yang jujur, manusiawi, dan relevan. Pelaksanaannya tidak selalu sempurna. Tapi komitmen untuk memperbaiki diri tidak pernah berhenti.

Dibangun bersama

Konsultan psikologi
yang membangun fondasi.

Kurikulum Flexi dibangun bersama dua psikolog perkembangan remaja alumni Universitas Indonesia — rekan kuliah Ratih Wulandari di Psikologi UI — Bahkan sejak sebelum berdiri hingga hari ini.

DR
Diana Rahma, M.Psi., Psikolog
Konsultan Psikologi · Pengembang Kurikulum Aqil Baligh

Alumni Psikologi Universitas Indonesia. Pengembang Kurikulum Aqil Baligh — sistem penilaian pertumbuhan karakter berbasis 3 Dimensi (Spiritual, Cerdas, Dewasa) — yang menjadi DNA penilaian Flexi.

AR
Drs. Adriano Rusfi, Psikolog
Konsultan Psikologi · Arsitek & Penggagas Kurikulum Aqil Baligh

Alumni Psikologi Universitas Indonesia. Penggagas Agile education dan Lima Jenjang Kematangan Jiwa — fondasi filosofis cara Flexi memandang dan mendampingi perkembangan remaja.

Lebih dari sekolah

Flexi adalah komunitas.
Semua sedang tumbuh.
Semua sedang belajar.

Fondasi Flexi bukan hanya kurikulum untuk siswa. Ia cermin bagi semua orang di dalamnya. Di Flexi tidak ada pihak yang sudah selesai belajar — dan justru itulah yang membuat Flexi lebih dari sekadar sekolah.

Siswa — belajar dari minat, proyek, dan pengalaman hidup langsung.
Fasilitator — bertumbuh sambil mendampingi siswa bertumbuh. Pemandu, bukan sumber ilmu.
Orang tua — mitra yang belajar mendampingi anaknya lebih baik setiap hari melalui Sekolah Orang Tua (SOT).
Tutor — belajar mengajar dengan cara yang menghidupkan berpikir, bukan menghafal.
Yayasan — belajar dari setiap semester, setiap keputusan, dan setiap anak yang melewati pintu Flexi.

Janji yang dapat dipegang

Komitmen Flexi
kepada setiap keluarga.

Ini bukan janji pemasaran. Ini komitmen yang dapat dipegang oleh setiap siswa, orang tua, dan fasilitator yang memilih Flexi School.

Kami melihat setiap anak sebagai individu. Bukan nomor absen, bukan nilai rapor, bukan diagnosis. Setiap anak dikenal namanya, dipahami kondisinya, dan didampingi secara personal.

Kami tidak membandingkan satu anak dengan anak lain. Kemajuan setiap siswa diukur berdasarkan perjalanannya sendiri.

Kami menjaga kehangatan tanpa mengorbankan standar. Flexi bukan sekolah santai tanpa tuntutan — kami mendorong yang terbaik dengan kehangatan dan kepercayaan, bukan tekanan dan perbandingan.

Kami jujur kepada orang tua — termasuk saat kondisi tidak mudah. Kami mitra, bukan vendor. Mitra berbicara jujur, bahkan ketika kejujurannya tidak mudah didengar.

Kami terus berubah dan berkembang. Bukan karena prinsip kami berubah — tapi karena pemahaman kami tentang prinsip itu tumbuh seiring pengalaman mendampingi setiap anak dan keluarga.

Lulusan Flexi melanjutkan ke

Perguruan tinggi dalam
dan luar negeri.

ITB ITS UNPAD Universitas Brawijaya BINUS Prasetiya Mulya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Unsoed Unnes Unesa Politeknik Negeri Jakarta Polibatam Untirta Ritsumeikan APU · Jepang Leibniz Univ. Hannover · Jerman Bartin Univ. · Türkiye Sakarya Univ. · Türkiye Al-Azhar Univ. · Mesir Safwa Univ. · Mesir

Sebagian diterima tanpa bimbel. Sebagian dengan beasiswa. Setiap lulusan punya ceritanya sendiri. Lihat cerita lengkap lulusan →

Kenali lebih dalam.
Datang langsung.

Kunjungi Flexi, lihat suasananya langsung, dan bicarakan kondisi anak Anda bersama tim kami. Gratis, tanpa komitmen apapun.