0812 1035 6374 [email protected]

Metode EduAgility · Flexi School Bintaro

Cara belajar di Flexi —
dari proyek, sprint,
hingga eksibisi publik.

Bukan teori pendidikan. Ini yang terjadi sehari-hari di Flexi — dari cara siswa merancang proyeknya sendiri, sampai bagaimana pertumbuhannya dinilai di akhir semester.

Metode Flexi

EduAgility

Definisi resmi

EduAgility adalah pendekatan belajar yang personal dalam tujuan, agile dalam proses, dan riil dalam pengalaman — bersumber dari pemahaman bahwa setiap siswa lahir dengan fitrah uniknya, dan kehidupan adalah kurikulum yang paling jujur.

01
Personal dalam tujuan

Setiap siswa punya jalur belajarnya sendiri. Proyek lahir dari minat siswa — bukan dari tema yang ditentukan guru atau kurikulum.

02
Agile dalam proses

Belajar berjalan dalam siklus pendek yang bisa dievaluasi dan disesuaikan. Rencana boleh berubah ketika kondisi siswa berubah — dan itu bagian dari prosesnya.

03
Riil dalam pengalaman

Siswa terlibat langsung dalam dunia kerja, komunitas, dan proyek yang nyata — bukan simulasi atau latihan. Portofolionya bisa dibawa ke universitas atau dunia kerja.

04
Fasilitator sebagai pemandu

Fasilitator bukan sumber ilmu. Ia bertanya, bukan menjawab. Mendampingi proses yang tidak selalu tahu hasilnya — dan percaya bahwa siswa mampu menemukan jalannya sendiri.

05
Refleksi sebagai bagian belajar

Pengalaman saja tidak cukup. Siswa diajak merefleksikan apa yang sudah dikerjakan — mengambil makna, bukan sekadar menyelesaikan tugas.

06
Perbaikan berkelanjutan

Hari ini lebih baik dari kemarin — bukan sempurna sekali jadi. Siswa, fasilitator, dan orang tua semua bergerak dalam semangat yang sama: terus belajar, terus memperbaiki.

Arsitektur kurikulum

Dua kurikulum yang
berjalan bersama.

Di Flexi, akademis Kurikulum Kemendikdasmen dipenuhi penuh — melalui tatap muka bersama tutor dan belajar mandiri via modul LMS. Di sisi lain, sebagian besar waktu dipakai untuk hal yang tidak ada di sekolah lain: proyek dari minat siswa, Life Skill, PKDR, dan pengembangan diri. Keduanya berjalan bersama, tidak saling mengorbankan.

Akademis
Kurikulum Nasional — 100% terpenuhi

Mata pelajaran wajib sesuai Kurikulum Merdeka dipenuhi secara penuh melalui dua jalur yang saling melengkapi — tatap muka bersama tutor dan belajar mandiri via modul LMS.

Tatap muka bersama tutor sesuai jadwal program masing-masing
Belajar mandiri via modul LMS di luar jam tatap muka — wajib untuk semua siswa
Konsultasi modul LMS dengan tutor setiap hari dengan perjanjian
Drilling soal, Try Out SNBT, TKA, dan TOEFL
TKA (Tes Kemampuan Akademik) atau Ujian Kesetaraan Paket B (SMP) atau Paket C (SMA)
Aqil Baligh
Kurikulum Aqil Baligh (Pertumbuhan Karakter) — ciri khas Flexi

Yang membedakan Flexi dari sekolah lain. Proyek berbasis minat, Life Skill, Spiritual, dan keterlibatan di dunia kerja dan komunitas. Tidak ada padanannya di sistem pendidikan lain.

Proyek dari minat siswa sendiri — bukan tema dari kurikulum
Life Skill: kecakapan diri, sosial, teknis, dan kerumahtanggaan
Spiritual: penyadaran dan penghayatan, bukan sekadar ritual
PKDR: terjun langsung ke dunia kerja dan komunitas
Eksibisi publik setiap semester sebagai perayaan karya
Flexi membangun budaya belajar mandiri. Belajar bukan hanya yang terjadi saat tatap muka. Siswa yang terbiasa belajar mandiri via LMS — mengerjakan modul, menyelesaikan tugas, dan bertanya ketika butuh — sedang melatih kecakapan paling penting untuk kehidupan setelah sekolah.
Individual Learning Plan

Setiap siswa punya
peta perjalanannya sendiri.

ILP bukan jadwal pelajaran. Ia peta yang tumbuh dari minat, kondisi, dan tujuan unik setiap siswa — disusun bersama, diperbarui bersama, dan dimiliki sepenuhnya oleh siswa.

Tidak ada dua siswa di Flexi yang menjalani perjalanan belajar yang sama. ILP adalah wujud konkret dari keyakinan itu — bukan dokumen administrasi yang disimpan di laci setelah ditandatangani. ILP yang baik adalah ILP yang hidup — penuh coretan, tanggal perubahan, dan catatan refleksi dari siswa sendiri.

ILP disusun di awal semester bersama fasilitator dan orang tua, ditandatangani tiga pihak sebagai komitmen bersama. Ketika kondisi siswa berubah — minat berkembang, hambatan muncul, atau arah hidup menjadi lebih jelas — ILP bergerak bersama siswa, bukan sebaliknya.

Setiap 1–2 bulan, orang tua hadir dalam sesi tinjauan bersama untuk melihat perkembangan langsung, memperbarui ILP, dan menyelaraskan ekspektasi bersama fasilitator dan siswa.

01
Kenali kondisi hari ini

Fasilitator memahami minat, kondisi emosional, dan kesiapan belajar siswa sebelum ILP disusun. Tidak ada target yang dipaksakan sebelum siswa siap.

02
Susun bersama

Siswa, fasilitator, dan orang tua duduk bersama. ILP bukan dibuat oleh fasilitator untuk siswa — ia dibuat oleh siswa bersama fasilitator dan orang tua.

03
Jalankan & pantau

Siswa mengerjakan proyeknya dalam siklus sprint. Fasilitator mendampingi, bertanya, dan membantu siswa melewati hambatan — tanpa mengambil alih prosesnya.

04
Tinjau & perbarui

Sprint Review Bersama dengan orang tua setiap 1–2 bulan. ILP diperbarui sesuai perkembangan siswa — bukan hanya dievaluasi di akhir semester.

Proyek & Sprint

Siswa memimpin
proyeknya sendiri.

Proyek di Flexi bukan tugas dari guru. Ia berasal dari minat siswa — dan siswa adalah pemimpin penuhnya. Fasilitator mendampingi proses, bukan menentukan arah.

01
Mulai dari pertanyaan yang tepat

Siswa memulai dari pertanyaan: mengapa proyek ini penting baginya? Baru kemudian bagaimana dan apa yang akan dibuat.

02
Bagi menjadi tahap kecil

Proyek dibagi menjadi periode pendek yang bisa dikelola. Target ditetapkan siswa sendiri — konkret dan realistis.

03
Kerjakan & minta panduan

Siswa mengerjakan. Ketika menemui jalan buntu, ia konsultasi dengan fasilitator — bukan minta jawaban, tapi mendapat pertanyaan yang membuka jalan.

04
Tampilkan & refleksi

Di akhir setiap sprint, siswa menunjukkan yang sudah selesai — jujur tentang yang belum. Lalu refleksi: apa yang berjalan baik, apa yang perlu berubah.

Sprint 0 — untuk siswa yang belum siap

Banyak siswa masuk membawa trauma sekolah atau kecemasan yang belum sembuh. Untuk mereka, ada masa adaptasi tanpa tuntutan menghasilkan apapun — hanya eksplorasi dan membangun kepercayaan. Papan progres yang kosong bukan tanda malas — sering kali tanda belum cukup aman untuk bergerak.

Proyek bukan tugas — ini bedanya

Di sekolah konvensional, tugas ditentukan guru dan dinilai benar/salah. Di Flexi, proyek ditentukan siswa dan dinilai dari pertumbuhannya. Hasilnya bukan nilai di atas kertas — tapi karya yang bisa dipegang yang bisa dipresentasikan, dipublikasikan, atau dipakai dalam portofolio.

Program Keterlibatan Dunia Riil

Belajar langsung dari
dunia di luar kelas.

PKDR bukan magang konvensional. Ia spektrum keterlibatan yang disesuaikan dengan kesiapan dan minat setiap siswa — dari sekadar mengamati sampai benar-benar menjalankan usaha sendiri.

1
Observasi Bermakna

Hadir di tempat kerja atau komunitas dengan misi spesifik. Cocok untuk siswa yang baru mulai mengeksplorasi.

2
Kolaborasi Proyek

Mengerjakan satu karya atau hasil nyata untuk organisasi atau UMKM yang benar-benar dipakai dan bermanfaat.

3
Kontribusi Komunitas

Terlibat aktif dalam komunitas yang relevan dengan minat. Belajar dari praktisi secara langsung.

4
Wirausaha Mikro

Menjalankan usaha atau jasa sendiri — berjualan, freelance, atau konten berbayar. Nyata dan terukur.

5
Penempatan Profesional

Keterlibatan penuh di organisasi. Untuk siswa dengan portofolio dan kesiapan profesional yang sudah terbentuk.

Level bukan ranking — bukan berarti level 5 lebih baik dari level 1. Setiap siswa mulai dari level yang paling sesuai kondisinya hari ini. Ada siswa kelas VII yang sudah di level 4; ada siswa kelas XI yang memulai dari level 1 karena baru menemukan minatnya.
Eksibisi publik

Bukan ujian.
Perayaan karya.

Di akhir setiap semester, siswa Flexi mempresentasikan karyanya di hadapan publik — bukan hanya guru dan orang tua, tapi tamu, mitra, dan komunitas yang lebih luas.

Ganti placeholder ini dengan thumbnail eksibisi
data-yt="ID_VIDEO_YOUTUBE"

Eksibisi Proyek Siswa Flexi School

Eksibisi adalah perayaan — bukan evaluasi yang menentukan lulus atau tidak. Siswa mempersiapkan karya proyeknya, menyusun presentasi, dan menyampaikannya kepada siapapun yang hadir. Ini latihan terpenting yang tidak bisa didapat dari ujian tertulis: cara menyampaikan karya, menerima pertanyaan, dan menilai hasil kerja sendiri secara jujur.

Eksibisi juga momen di mana orang tua melihat langsung apa yang terjadi selama satu semester — bukan dari nilai angka, tapi dari karya yang ditampilkan dan cara siswa berbicara tentang prosesnya.

1
Siswa mempersiapkan karya

Proyek diselesaikan dan dikemas untuk dipresentasikan kepada publik — bukan diserahkan ke guru.

2
Presentasi di hadapan publik

Orang tua, tamu, mitra, dan komunitas hadir. Siswa menjelaskan prosesnya — bukan hanya hasilnya.

3
Refleksi mandiri

Siswa menilai karyanya sendiri. Apa yang berhasil, apa yang ingin diperbaiki di semester berikutnya.

Sistem penilaian

Dua rapor.
Satu narasi pertumbuhan.

Flexi mengukur pertumbuhan siswa dengan dua rapor yang berjalan bersama. Bukan duplikasi — ini cara Flexi memastikan pertumbuhan siswa diukur secara utuh, bukan hanya dari satu sisi.

Rapor 1
Rapor Akademis

Mengukur capaian Kurikulum Nasional per mata pelajaran. Diterbitkan resmi dan masuk ke sistem Dapodik Kemendikdasmen.

Nilai per mata pelajaran — angka dan predikat sesuai format nasional
Berlaku untuk SNBT, beasiswa, dan universitas luar negeri
Diinput tutor ke e-Rapor Dapodik
Berlaku untuk semua program
Semua program: Maestro · Prodigy · Optima · HS Grup · HS Personal
Rapor 2
Rapor Aqil Baligh
Rapor Pertumbuhan Karakter

Mengukur pertumbuhan karakter dan kompetensi melalui tiga dimensi. Rapor khas Flexi — tidak ada padanannya di sekolah lain.

Dimensi Spiritual — kesadaran diri dan nilai hidup
Dimensi Cerdas — logika, keahlian, dan kemampuan belajar
Dimensi Dewasa — kemandirian, tanggung jawab, dan orientasi masa depan
Berupa deskripsi naratif pertumbuhan, bukan angka semata
Maestro · Prodigy · Optima
Kemajuan setiap siswa diukur berdasarkan perjalanannya sendiri — bukan dibandingkan dengan siswa lain. Rapor Aqil Baligh (Rapor Pertumbuhan Karakter) bukan ranking. Ia cermin yang menunjukkan kepada siswa dan orang tua: di mana posisinya sekarang, ke mana ia tumbuh, dan apa yang perlu terus dikembangkan.

Sudah cukup membaca.
Lihat langsung.

Cara terbaik memahami Flexi bukan dari halaman website. Datang langsung, lihat suasananya, dan ceritakan kondisi anak Anda kepada kami.