
PKBM adalah salah satu lembaga pendidikan nonformal yang cukup berperan dalam ekosistem pendidikan Indonesia, namun masih sering disalahpahami. Banyak orang tua mencari apa itu PKBM, apa arti PKBM, atau sekolah PKBM adalah apa, terutama ketika mempertimbangkan jalur pendidikan alternatif selain sekolah formal.
Banyak orang tua masih membayangkan bahwa PKBM adalah “sekolah murah” atau “tempat ujian paket.” Padahal konsep sebenarnya jauh lebih luas. PKBM didesain sebagai ruang belajar berbasis komunitas, sehingga metode, kurikulum, dan interaksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga belajarnya. Di sinilah kekuatan PKBM berada: ia tidak memaksa semua anak mengikuti satu pola tunggal seperti sekolah formal, tetapi memberikan ruang grow-at-your-own-pace yang sangat dibutuhkan oleh sebagian remaja dan orang dewasa.
Karena fleksibilitas inilah PKBM menjadi rujukan bagi keluarga modern yang mencari pendidikan yang lebih manusiawi, personal, tidak menekan, dan realistis dengan kondisi rumah.
Artikel ini membahas PKBM secara komprehensif: definisi, fungsi, program, regulasi terbaru (2025), cara kerja pendidikan kesetaraan (Paket A/B/C), manfaat PKBM, siapa yang cocok belajar di PKBM, hingga relevansinya bagi peserta homeschool atau remaja yang membutuhkan pembelajaran lebih fleksibel. Untuk Anda yang mencari PKBM di Tangerang Selatan, PKBM di Jakarta, atau PKBM di Bintaro, artikel ini juga bisa menjadi panduan.
Apa Itu PKBM?
PKBM adalah singkatan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Ini adalah lembaga pendidikan nonformal yang dibentuk oleh masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan ditujukan untuk masyarakat. Tujuannya adalah menyediakan layanan pendidikan yang fleksibel, terbuka untuk usia dan latar belakang yang beragam, serta relevan dengan kebutuhan hidup dan konteks sosial.
Secara resmi, PKBM berada di jalur pendidikan nonformal, berbeda dari sekolah formal seperti SD, SMP, atau SMA. Namun secara legal, PKBM diakui penuh oleh pemerintah. Program inti PKBM termasuk pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B, dan Paket C), pelatihan keterampilan hidup (life skills), pendidikan literasi, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Secara praktis, PKBM adalah tempat belajar alternatif bagi:
- Anak atau remaja yang tidak cocok dengan sekolah formal
- Peserta didik dengan kebutuhan fleksibilitas waktu
- Homeschooler yang membutuhkan jalur ijazah resmi
- Orang dewasa yang ingin menyelesaikan pendidikan
- Komunitas yang ingin meningkatkan keterampilan
Dengan kata lain, PKBM adalah jembatan bagi siapa pun yang ingin mendapatkan pendidikan tanpa batasan sistem sekolah konvensional.
Apa Arti PKBM Dalam Sistem Pendidikan Indonesia?
Ketika orang tua bertanya apa arti PKBM, jawabannya bukan hanya sekadar “tempat sekolah nonformal.” PKBM memiliki fungsi strategis dalam pendidikan nasional:
- Mengatasi putus sekolah serta mengentaskan buta aksara
- Menyediakan akses belajar sepanjang hayat (lifelong learning)
- Memberdayakan masyarakat melalui pelatihan
- Memberikan kesempatan setara bagi mereka yang sulit mengikuti sekolah formal
- Menjadi ruang inovasi pendidikan berbasis komunitas
Inilah sebabnya PKBM tumbuh pesat di kota-kota besar seperti Tangerang Selatan, Jakarta, Depok, Bekasi, Bandung, hingga daerah rural.
Dalam konteks global, PKBM menempati peran serupa dengan “community learning center” di negara-negara maju, yang menjadi jembatan bagi pembelajar sepanjang hayat. Indonesia mengadopsi model ini agar masyarakat dari berbagai usia tetap dapat meningkatkan kompetensi, mendapatkan ijazah, mengembangkan minat, bahkan memperbaiki karier. Itulah sebabnya PKBM sering menjadi pilihan strategis bagi keluarga yang membutuhkan fleksibilitas tanpa mengorbankan legalitas pendidikan.
Fungsi Utama PKBM
a. Menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B, Paket C)
Ini adalah program paling dikenal dari PKBM. Pendidikan kesetaraan meliputi:
- Paket A → Setara SD
- Paket B → Setara SMP
- Paket C → Setara SMA
Ijazah kesetaraan diakui negara dan dapat digunakan untuk:
- Melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi
- Melamar pekerjaan
- Mengikuti rekrutmen CPNS/TNI/POLRI (selama memenuhi syarat lain)
b. Pelatihan Keterampilan (Life Skills)
Misalnya:
- Desain grafis
- Wirausaha
- Fotografi
- Teknologi digital
- Tata boga
- Kerajinan tangan
- Kewirausahaan lokal
c. Pendidikan Literasi dan Pemberdayaan Komunitas
Termasuk pelatihan membaca-menulis, literasi keuangan, kegiatan komunitas, hingga pembinaan UMKM.
d. Pembelajaran Berbasis Proyek dan Konteks Nyata
Banyak PKBM menerapkan project-based learning untuk membangun keterampilan hidup dan karakter.
Keunikan PKBM terletak pada kemampuannya membaca kebutuhan lokal. Di daerah urban (Jakarta, Tangerang Selatan, Bintaro), PKBM banyak mengembangkan kelas digital, proyek kreatif, dan peningkatan kompetensi karier. Sementara di daerah rural, PKBM berfokus pada pemberdayaan potensi masyarakat lokal seperti pertanian, ekonomi kreatif, dan literasi dasar. Dengan demikian, PKBM tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga motor penggerak kemajuan komunitas.
Landasan Hukum PKBM (Ringkas, Mutakhir 2025)
Regulasi utama PKBM meliputi:
- UU No. 20 Tahun 2003 – Sistem Pendidikan Nasional
Mengesahkan jalur pendidikan nonformal, termasuk PKBM. - PP No. 17 Tahun 2010
Mengatur penyelenggaraan pendidikan nonformal. - Permendikbud No. 81 Tahun 2013
Mengatur pendirian PKBM oleh komunitas/masyarakat. - Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025
Mengatur beban kerja guru formal & nonformal.- Guru PKBM memiliki pengakuan resmi dalam struktur beban kerja.
- Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025
Mengatur penyesuaian kurikulum nasional dan deep learning.
PKBM tidak diwajibkan mengikuti Kurikulum Nasional secara penuh, tetapi dapat mengadaptasi semangat pembelajaran mendalam dan fleksibilitas yang diatur dalam kebijakan ini.
Semua regulasi ini menegaskan bahwa Sekolah PKBM adalah lembaga yang sah, legal, dan masuk dalam sistem pendidikan nasional.
Regulasi terbaru Kemendikdasmen juga menekankan bahwa penyelenggara PKBM harus memastikan kualitas layanan, pengelolaan data berbasis dapodik nonformal, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam evaluasi program. Meski bersifat nonformal, PKBM tetap berada dalam sistem pengawasan resmi pemerintah, sehingga ijazah kesetaraan tetap sah dan dapat digunakan untuk studi lanjut maupun pekerjaan.
Program-Program Dalam PKBM
Program PKBM lebih luas dari sekadar Paket A/B/C. Berikut gambaran lengkap:
a. Paket A (Setara SD)
Fokus pada literasi dasar, numerasi, karakter, dan penguatan kemampuan dasar warga belajar.
b. Paket B (Setara SMP)
Mulai membangun pemahaman konseptual yang lebih luas, pembiasaan belajar, dan penguatan minat.
c. Paket C (Setara SMA)
Persiapan karier atau kuliah. Program sering dipadukan dengan life skill, magang, dan proyek penelitian sederhana.
d. Life Skills
Program sesuai kebutuhan komunitas atau daerah.
e. Pelatihan Keterampilan Kerja
Banyak PKBM lokal kini terhubung dengan UMKM atau komunitas wirausaha setempat.
f. Pengembangan Kepribadian dan Karakter
Beberapa PKBM menerapkan coaching, mentoring, dan pembinaan minat-bakat.
Beberapa PKBM di kota besar kini mengembangkan model blended learning, yaitu kombinasi tatap muka dan kelas online. Pendekatan ini membantu warga belajar yang memiliki kesibukan tinggi, seperti remaja yang sedang mendalami dunia kreatif, atlet, pekerja, hingga ibu rumah tangga. Tidak sedikit PKBM yang juga bekerja sama dengan komunitas profesional, industri kreatif, hingga UMKM lokal untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif.
Keunggulan PKBM dibanding Sekolah Formal
Bagi sebagian keluarga, PKBM adalah pilihan yang lebih cocok daripada sekolah formal. Keunggulannya:
- Waktu fleksibel (pagi/siang/sore/online).
- Kurikulum dapat dipadukan dengan pendekatan lain (proyek, minat-bakat).
- Ukuran kelas kecil, interaksi personal lebih kuat.
- Tidak semua kegiatan harus di kelas, bisa di komunitas.
- Cocok untuk remaja yang tidak cocok dengan sekolah formal.
- Ijazah tetap resmi.
- Aman untuk pelajar yang mengalami hambatan emosional, bullying, atau beban akademik.
Keunggulan PKBM bukan hanya soal fleksibilitas waktu. Banyak remaja yang kembali menemukan rasa percaya diri ketika belajar di PKBM karena pendekatannya yang lebih humanis dan personal. Mereka merasa aman untuk bertanya, bereksperimen, dan belajar sesuai ritme mereka. Bagi sebagian remaja, PKBM menjadi ruang pemulihan setelah mengalami tekanan akademik atau sosial di sekolah formal.
Siapa yang Cocok Mengikuti PKBM?
- Homeschooler yang membutuhkan jalur ijazah.
- Remaja yang merasa tertekan atau tidak cocok dengan sekolah formal.
- Peserta didik yang bekerja sambil belajar.
- Anak dengan kebutuhan khusus tertentu.
- Mereka yang putus sekolah.
- Pekerja atau ibu rumah tangga yang ingin menyelesaikan ijazah.
- Anak yang ingin fokus pada minat atau karier sejak dini.
Termasuk remaja yang memiliki minat kuat di bidang tertentu seperti coding, desain, musik, olahraga, atau wirausaha, namun membutuhkan waktu belajar yang lebih fleksibel agar dapat mengembangkan potensi tersebut secara serius.
PKBM di Tangerang Selatan, Jakarta, dan Bintaro
Pencarian seperti PKBM di Tangerang Selatan, PKBM di Jakarta, atau PKBM di Bintaro meningkat karena:
- Banyak orang tua mencari jalur pendidikan fleksibel.
- Banyak remaja membutuhkan lingkungan yang lebih aman dan personal.
- Pertumbuhan komunitas belajar di kota-kota besar sangat pesat.
Saat memilih PKBM, pastikan:
- Terdaftar resmi di Dinas Pendidikan dan sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional.
- Memiliki program Paket A/B/C yang aktif.
- Tutor berpengalaman dan sesuai dengan ketentuan.
- Sistem evaluasi jelas.
- Biaya transparan dan jelas.
Beberapa PKBM di kawasan ini juga memiliki fokus berbeda: ada yang menekankan pendidikan karakter, ada yang menonjolkan pendekatan minat-bakat, dan ada yang lebih akademis. Karena itu, orang tua perlu mencocokkan karakter anak dengan pendekatan PKBM agar proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Kenapa Beberapa Lembaga Memilih Mengajukan Izin sebagai PKBM (Bukan Sekolah Formal)
Beberapa lembaga pendidikan alternatif memilih mendaftarkan izin sebagai PKBM dibanding sekolah formal karena:
- PKBM memberi fleksibilitas dalam mengatur kurikulum.
- Beban regulasi lebih sesuai untuk pembelajaran komunitas.
- PKBM memungkinkan penerapan pembelajaran diferensiasi, coaching, dan pendekatan life skill.
- Peserta yang membutuhkan jalur pendidikan kesetaraan bisa tetap mendapatkan ijazah resmi tanpa harus mengikuti struktur sekolah formal yang lebih ketat.
Di Indonesia, ini adalah jalur yang wajar dan legal bagi lembaga yang ingin memberikan pendidikan alternatif berbasis komunitas, proyek, atau model belajar personal. Seperti Flexi School Bintaro yang tetap sesuai standar kurikulum nasional dan menerapkan juga kurikulum khas nya sendiri.
Apakah PKBM Cocok untuk Model Pendidikan Fleksibel?
Ya. Karena PKBM nonformal, ia tidak terikat struktur sekolah yang rigid. PKBM dapat menggunakan:
- Proyek
- Mentoring
- Kelas mini
- Pembelajaran berbasis minat
- Pembelajaran kontekstual
- Pendekatan kreatif dan coaching
Ini sebabnya PKBM menjadi rujukan untuk pembelajaran alternatif modern.
Tantangan PKBM dan Cara Mengatasinya
Tantangan yang umum:
- Tutor tidak merata di semua daerah
- Fasilitas PKBM berbeda-beda
- Ijazah kesetaraan masih disalahpahami oleh masyarakat
- Pengelolaan lembaga bergantung pada komunitas
Solusi yang dilakukan banyak PKBM:
- Berkolaborasi dengan komunitas profesional
- Memakai teknologi (kelas online, modul digital)
- Membuat program magang
- Fokus pada kualitas tutor dan pembinaan peserta
- Sosialisasi ke orang tua tentang legalitas dan fungsi PKBM
Walaupun tantangan tetap ada, tren PKBM di Indonesia bergerak ke arah yang lebih profesional dan modern. Banyak PKBM kini memanfaatkan teknologi, kolaborasi lintas komunitas, dan peningkatan kompetensi tutor agar proses belajar menjadi lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Kesimpulan – PKBM Adalah Lembaga Pendidikan Nonformal yang Fleksibel, Legal, dan Relevan
- PKBM adalah lembaga pendidikan nonformal resmi yang menyediakan pendidikan kesetaraan, life skills, dan pemberdayaan masyarakat.
- PKBM memberi ruang pendidikan yang fleksibel, aman, dan relevan bagi berbagai usia.
- Regulasi 2025 memperkuat legitimasi PKBM sebagai bagian resmi dari sistem pendidikan Indonesia.
- PKBM cocok untuk anak, remaja, orang dewasa, dan komunitas yang membutuhkan akses belajar yang tidak dibatasi sistem sekolah formal.
- Dengan pemahaman yang tepat, PKBM dapat menjadi jalur pendidikan yang efektif, legal, dan sangat bermanfaat bagi keluarga modern.







