Daring adalah singkatan dari “dalam jaringan”, padanan resmi bahasa Indonesia untuk kata online. Sekolah daring berarti kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung lewat internet, tanpa guru dan murid berada di ruang yang sama.
Lawan katanya adalah luring — singkatan dari “luar jaringan”, padanan untuk offline.
Satu hal yang paling sering keliru dipahami: sekolah daring bukan jenis sekolah, dan bukan jalur pendidikan. Ia adalah cara menyampaikan pembelajaran. Sekolah negeri bisa berjalan daring, PKBM bisa berjalan daring, dan keluarga homeschooling bisa memakai kelas daring. Yang membedakan ketiganya bukan daring atau tidaknya, melainkan siapa yang menyelenggarakan dan siapa yang menerbitkan ijazah.
Arti kata daring dan luring
Kata “daring” dan “luring” dibentuk Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai padanan online dan offline. Keduanya sudah tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
| Istilah | Kepanjangan | Padanan | Artinya di sekolah |
|---|---|---|---|
| Daring | Dalam jaringan | Online | Belajar lewat internet |
| Luring | Luar jaringan | Offline | Belajar tatap muka atau tanpa internet |
Istilah ini mulai dipakai luas di dunia pendidikan Indonesia sejak 2020, ketika pembelajaran tatap muka dihentikan sementara. Sebelum itu, belajar lewat internet lebih sering disebut e-learning.
Sekolah daring bukan jalur pendidikan
Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 membagi pendidikan Indonesia menjadi tiga jalur: formal, nonformal, dan informal. Daring tidak ada di dalam daftar itu, karena daring bukan jalur — ia metode.
| Jalur pendidikan | Contoh penyelenggara | Bisa berjalan daring? |
|---|---|---|
| Formal | SD, SMP, SMA negeri dan swasta | Bisa |
| Nonformal | PKBM, SKB, lembaga kursus | Bisa |
| Informal | Pendidikan yang dikelola keluarga sendiri | Bisa |
Karena itu pertanyaan “sekolah daring itu formal atau nonformal” tidak punya jawaban tunggal. Yang menentukan status hukumnya adalah lembaga penyelenggaranya, bukan cara belajarnya. Penjelasan lengkap soal kedudukan lembaga nonformal ada di apa itu PKBM dan cara memeriksa keabsahannya.
Beda sekolah daring, PJJ, homeschooling, dan PKBM
Empat istilah ini sering dipakai bergantian, padahal masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda.
| Istilah | Menjawab pertanyaan | Penjelasan singkat |
|---|---|---|
| Sekolah daring | Bagaimana belajarnya | Pembelajaran berlangsung lewat internet |
| PJJ | Di mana belajarnya | Pembelajaran jarak jauh; tidak selalu lewat internet — bisa lewat modul kiriman |
| Homeschooling | Siapa yang memegang kendali | Keluarga menjadi pengambil keputusan utama pendidikan anaknya |
| PKBM | Siapa penyelenggaranya | Satuan pendidikan nonformal yang menerbitkan ijazah kesetaraan Paket A, B, dan C |
Kenapa keempatnya bisa berlaku sekaligus
Sebuah keluarga homeschooling dapat memakai kelas daring untuk pelajaran tertentu, mendaftar di PKBM agar anaknya memperoleh ijazah, dan tetap belajar sebagian besar secara luring di rumah. Keempat istilah itu berlaku bersamaan pada satu anak, dan itu bukan kontradiksi — karena masing-masing menjelaskan hal yang berbeda.
Uraian lebih dalam soal jalur informal ada di panduan lengkap homeschooling di Indonesia, sedangkan pembedaan antarlembaganya dibahas di perbedaan PKBM, SKB, dan homeschooling.
Bagaimana sekolah daring berjalan sehari-hari
Bentuknya berbeda-beda antarpenyelenggara, tetapi susunannya biasanya serupa.
Tiga bagian yang biasanya ada
Kelas langsung
Guru dan murid bertemu lewat aplikasi konferensi video pada jam yang sudah ditentukan. Bagian ini yang paling menyerupai kelas biasa, dan biasanya menjadi tempat penjelasan materi baru.
Belajar mandiri
Murid mengerjakan modul, menonton video, atau menyelesaikan tugas di waktu sendiri, biasanya lewat sebuah sistem pembelajaran daring yang mencatat kemajuannya.
Pertemuan luring berkala
Sebagian besar penyelenggara tetap mengadakan tatap muka untuk ujian, praktik, atau kegiatan bersama. Sekolah yang sepenuhnya daring tanpa pertemuan sama sekali relatif jarang, dan biasanya bukan pilihan terbaik untuk anak usia sekolah.
Berapa lama waktu belajarnya
Jam belajar daring umumnya lebih pendek daripada sekolah tatap muka, karena tidak ada waktu perpindahan kelas dan pengelolaan kelas besar. Yang perlu diperhatikan bukan jumlah jamnya, melainkan apakah anak benar-benar mengerjakan bagian belajar mandirinya — di situlah selisih hasil antaranak paling besar terjadi.
Untuk siapa sekolah daring bekerja, dan untuk siapa tidak
Bekerja baik ketika
Anak sudah mampu mengatur waktunya sendiri, atau ada orang dewasa yang mendampingi pada jam belajar. Jaringan internet di rumah stabil. Anak tetap punya kegiatan sosial di luar layar — komunitas, olahraga, kursus, atau kegiatan keagamaan.
Tidak bekerja ketika
Anak belum bisa belajar tanpa diawasi dan tidak ada orang dewasa di rumah pada jam belajar. Atau ketika sekolah daring dipilih semata-mata untuk menghindari persoalan di sekolah lama, sementara persoalannya sendiri belum diselesaikan — perpindahan cara belajar tidak menyembuhkan kecemasan, perundungan yang belum tuntas, atau kelelahan yang belum dipulihkan.
Bagian kedua ini jarang ditulis penyelenggara, padahal di situlah kegagalan paling sering terjadi.
Apakah ijazah sekolah daring diakui negara
Yang menerbitkan ijazah adalah lembaganya, bukan metodenya. Ijazah diakui apabila penyelenggaranya satuan pendidikan yang terdaftar: sekolah formal yang menjalankan pembelajaran jarak jauh, atau PKBM dan SKB yang menerbitkan ijazah kesetaraan Paket A, B, atau C.
Ijazah kesetaraan memiliki kekuatan hukum yang sama dengan ijazah sekolah formal. Lulusan Paket C dapat melanjutkan ke perguruan tinggi lewat SNBT, Seleksi Mandiri, kelas internasional, maupun kampus luar negeri. Kedudukan lembaga nonformal terhadap sekolah formal dibahas di apakah PKBM termasuk sekolah.
Penilaian akhir kini memakai TKA
Sejak 3 Juni 2025, berdasarkan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, Uji Kesetaraan digantikan oleh Tes Kemampuan Akademik. Sifatnya pilihan, dan syaratnya anak memiliki NISN yang diperoleh lewat pendaftaran di PKBM atau SKB. Rinciannya ada di penjelasan lengkap TKA pengganti Uji Kesetaraan.
Tujuh hal yang perlu diperiksa sebelum mendaftar
| Yang diperiksa | Cara memeriksanya |
|---|---|
| Punya NPSN | Cari nama lembaganya di Dapodik |
| Terakreditasi | Minta nomor akreditasi dari BAN-PDM |
| Menerbitkan ijazah sendiri | Tanyakan: ijazahnya keluar atas nama lembaga mana |
| Ada pertemuan luring | Tanyakan berapa kali setahun dan untuk keperluan apa |
| Ada pendamping belajar | Tanyakan siapa yang menghubungi bila anak tertinggal |
| Biayanya jelas | Minta rincian tertulis, termasuk biaya ujian dan pendaftaran |
| Tidak menjanjikan yang mustahil | Waspadai janji “ijazah cepat” atau “tanpa ujian” |
Lembaga yang menolak menjawab pertanyaan pertama dan ketiga sebaiknya tidak dilanjutkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti daring dan luring?
Daring adalah singkatan dari “dalam jaringan”, padanan kata online. Luring adalah singkatan dari “luar jaringan”, padanan kata offline.
Apakah sekolah daring sama dengan homeschooling?
Tidak. Daring menjelaskan cara belajarnya, homeschooling menjelaskan siapa yang memegang kendali pendidikan. Keluarga homeschooling boleh memakai kelas daring, tetapi sekolah negeri yang mengadakan kelas daring bukan homeschooling.
Apakah sekolah daring termasuk pendidikan nonformal?
Tidak dengan sendirinya. Yang menentukan jalur pendidikan adalah lembaganya. Sekolah formal yang mengajar secara daring tetap berada di jalur formal.
Mulai umur berapa anak bisa sekolah daring?
Tidak ada aturan yang menetapkan batas usia. Yang menentukan bukan umur, melainkan apakah anak sudah bisa mengikuti pembelajaran tanpa diawasi terus-menerus, dan apakah ada orang dewasa yang mendampingi bila belum.
Apakah anak sekolah daring bisa pindah ke sekolah biasa?
Bisa, dengan syarat. Ketentuannya berbeda antarsekolah dan antardaerah, jadi tanyakan langsung ke sekolah tujuan sebelum memutuskan pindah.
Sekolah daring adalah cara, bukan tujuan
Sekolah daring berguna ketika keadaan keluarga memang menuntut kelenturan, dan menyulitkan ketika dipakai untuk menghindari persoalan yang sebenarnya bukan soal jarak. Pertanyaan yang lebih menentukan bukan “daring atau tatap muka”, melainkan “siapa yang memastikan anak ini benar-benar belajar”.
Flexi School Bintaro adalah PKBM di Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang menjalankan pembelajaran gabungan daring dan luring untuk jenjang SMP dan SMA. Rincian programnya ada di halaman program Flexi School.
Ditinjau ulang: Agustus 2026













