Tuesday, 18 Jun 2024
  • Sekolah Pertama Menerapkan Agile Education Berbasis Kurikulum Aqil Baligh dan Fitrah
  • Sekolah Pertama Menerapkan Agile Education Berbasis Kurikulum Aqil Baligh dan Fitrah

5 Prinsip yang harus Dipenuhi Sekolah Ramah Anak

Sekolah ramah anak itu apa

Ramainya tindak bullying yang ada di dunia pendidikan menginisiasi Unicef untuk mendirikan sekolah ramah anak. Yang kemudian juga diaplikasikan oleh lembaga pendidikan di Indonesia.

Lalu, sekolah ramah anak itu apa? Yaitu lembaga pendidikan baik formal maupun non formal yang melindungi hak anak sebagai peserta didik. Sekolah akan menjamin memberikan lingkungan sekolah yang aman, bersih, nyaman dari berbagai tindakan bullying atau apapun yang membuat siswa tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.

Selain itu, sekolah yang ramah anak juga melindungi anak dari diskriminasi dan berbagai tindakan yang salah lainnya. Sekolah ini mampu melindungi hak siswa untuk berekspresi seusai dengan minat dan bakat selama tidak melanggar peraturan sekolah.

Latar Belakang Kenapa Sekolah Ramah Anak Itu Ada

Berdirinya sekolah ramah anak di Indonesia tidak terjadi begitu saja. Atau hanya sebatas mengikuti himbauan dari Unicef. Dari catatan KPAI, 10% tindak kejahatan yang terjadi di sekolah dari tahun 2015-2015 disebabkan oleh guru.

Itu berarti, sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling nyaman bagi tumbuh kembang anak justru menjadi tempat yang berisiko tinggi. Tindakan kurang ramah yang dilakukan guru di sekolah beragam. Mulai dari bullying mental hingga kekerasan fisik dan seksual. Alhasil, mental dan fisik siswa menjadi rusak oleh oknum pendidik.

Dari latar belakang inilah akhirnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membentuk sekolah dengan konsep ramah anak. Tujuannya untuk memberi perlindungan fisik, mental, maupun seksual anak selama berada di lingkungan sekolah.

Prinsip Sekolah Ramah Anak

Agar sesuai dengan tujuan, sekolah yang ramah anak harus memperhatikan beberapa prinsip berikut ini.

1.      Non Diskriminasi

Yang dimaksud dengan diskriminasi adalah tindakan, praktik, ataupun kebijakan yang memberlakukan orang atau kelompok tidak adil berdasarkan karakteristik yang melekat pada kelompok atau individu tersebut, seperti suku, ras, dan agama.

Sekolah yang ramah anak memiliki prinsip non diskriminasi. Yaitu memperlakukan siswa dengan adil. Tanpa memandang status sosial, suku, ras, dan agama yang dianutnya. Sehingga siswa bisa mendapat hak pendidikannya dengan baik.

2.      Mengambil Kebijakan untuk Anak

Dalam setiap pengambilan keputusan, baik oleh guru maupun pengelola, keputusan yang diambil selalu bertujuan untuk anak didik. Keputusan itu selalu berpihak untuk kepentingan siswa di sekolah. Bukan untuk kepentingan guru, pengelola, atau pihak lain di sekolah.

3.      Memberi Jaminan untuk Perkembangan Anak

Sekolah memberikan tempat yang layak agar anak bisa berkembang dengan baik. Seperti sarana prasarana yang meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Seperti perpustakaan yang nyaman dan lengkap, laboratorium yang mendukung, sarana rumah ibadah yang aman dan nyaman, dan lain sebagainya.

Termasuk juga adanya toilet yang bersih, taman sekolah yang asri untuk suplai oksigen yang maksimal, ventilasi udara yang maksimal dalam ruangan kelas, gedung sekolah yang kokoh dan jauh dari ancaman ambruk, dan lain sebagainya.

Dengan fisik sekolah yang baik, bisa memberi jaminan untuk perkembangan fisik maupun psikologis siswa.

4.      Menghormati Pandangan Siswa

Sekolah ramah anak juga menghormati pandangan siswa. Tentang kritik dan saran yang diungkapkan oleh siswa. Sekolah memberi wadah dan fasilitas agar siswa bisa menyuarakan ide, gagasan, kritik, dan saran untuk kebaikan bersama selama di sekolah.

Tidak hanya itu saja. Sekolah juga memberi fasilitas agar bakat dan minat siswa bisa berkembang. Dengan membuka beberapa kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minat siswa.

Tujuannya adalah agar siswa bisa merasa bahagia selama di sekolah. Karena bisa melakukan apa yang menjadi hobi sekaligus bakat dan minat dengan fasilitas penuh dari sekolah.

5.      Pengelolaan yang Baik

Sekolah yang ramah anak juga mengusung prinsip pengelolaan yang baik. Yaitu adanya jaminan partisipasi, akuntabilitas, keterbukaan, dan jaminan supremasi hukum di sekolah. Yang artinya, hukum ditempatkan sesuai dengan tempatnya. Sehingga mampu melindungi siswa dan warga sekolah dengan baik.

Pengelolaan ini juga turut melibatkan siswa pada beberapa hal tertentu. Terutama yang berkaitan dengan kurikulum atau hal lain yang berhubungan dengan siswa. Agar bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan anak didik itu sendiri.

Sekolah Ramah Anak Flexi School

Bingung mencari sekolah ramah anak terdekat dengan harga yang terjangkau? Mudah saja. Anda bisa mendaftarkan putra-putri Anda di Flexi School. Yaitu sekolah fleksibel yang didesain ramah anak. Karena setiap siswa bisa mendapat materi pelajaran sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

Di Flexi School, anak bisa memilih ingin belajar apa dari beberapa guru dan tutor yang berkompeten. Sehingga anak bisa merasa lebih nyaman dan bahagia karena menganggap sekolah bukan lagi beban. Tapi tempat terbaik untuk menyusun masa depan.

Jadi pastikan daftarkan anak Anda di Flexi School. Sekolah yang menerapkan prinsip sekolah ramah anak yang fokus mengembangkan kreativitas, inovasi, leadership dan entrepreneurship. Agar siswa merasa lebih siap di masa depan.

This article have

0 Comment

Leave a Comment