Tuesday, 18 Jun 2024
  • Sekolah Pertama Menerapkan Agile Education Berbasis Kurikulum Aqil Baligh dan Fitrah
  • Sekolah Pertama Menerapkan Agile Education Berbasis Kurikulum Aqil Baligh dan Fitrah

Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Anak

Pendidikan karakter adalah salah satu jenis konsep pendidikan yang semakin dibutuhkan oleh setiap anak dan sering disebut juga dengan nama character education. Ada begitu banyak ahli yang percaya bahwa konsep pendidikan ini memiliki prinsip dan nilai karakter yang lebih positif. Sejak konsep pendidikan ini dikenal oleh publik, semakin ada banyak orang tua yang ingin memberikannya kepada anaknya masing-masing.

Pada dasarnya, pendidikan karakter adalah konsep pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada setiap anak atau peserta didik. Nantinya, akan ada beberapa hal yang meliputi di dalamnya, yaitu komponen pengetahuan, tindakan untuk melakukan nilai-nilai karakter tersebut, dan kesadaran serta kemauan dari sang anak.

Pendidikan karakter akan sangat berhubungan erat dengan pendidikan moral yang harus diberikan kepada setiap anak. Dengan menanamkan pendidikan ini kepada setiap anak, kemampuan individu yang ada dalam diri mereka bisa lebih berkembang dan terlatih. Jadi, anak-anak bisa memiliki pengetahuan yang baik untuk menyempurnakan hidupnya di masa depan.

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Pendapat Para Ahli

Di awal artikel ini kami sudah menjelaskan secara singkat tentang apa yang dimaksud dengan character education. Istilah pendidikan karakter atau pendidikan moral memang sudah tidak terdengar asing lagi bagi sebagian besar orang tua di Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa orang yang belum mengenal baik tentang istilah ini. Untuk itu, di sini kami akan membagikan informasi mengenai pengertian pendidikan moral menurut pendapat para ahli, yaitu:

1.     Thomas Lickona

Thomas Lickona pernah mengatakan bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang dengan sengaja dilakukan untuk membantu seseorang dalam memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika tertentu yang bersifat positif. Dengan begitu, seseorang bisa lebih memahami karakter yang ada dalam dirinya.

2.     T. Ramli

Berbeda dengan pengertian dari Thomas Lickona, untuk T. Ramli sendiri mengatakan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengutamakan esensi serta makna terhadap moral dan akhlak, sehingga kedua hal ini dapat memudahkan seseorang untuk membentuk pribadi yang lebih baik.

3.     Elkind

Pengertian character education menurut Elkind adalah salah satu jenis metode pendidikan yang akan dilakukan oleh tenaga pendidik, untuk memberikan pengaruh yang baik terhadap karakter muridnya. Dalam hal ini, tenaga pendidik juga akan menjadi teladan bagi setiap muridnya.

4.     John W. Santrock

Pengertian pendidikan karakteryang terakhir merujuk pada pendapat John W. Santrock. Menurut John W. Santrock, character education adalah sistem pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada para peserta didik, untuk menanamkan nilai moral dalam diri masing-masing. Dengan begitu, para peserta didik dapat lebih mudah untuk membedakan manakah perilaku yang dilarang dan diperbolehkan.

6 Manfaat Pendidikan Moral (Character Education) bagi Setiap Anak

Saat ini sudah ada banyak sekolah formal maupun lembaga homeschooling yang menyediakan pendidikan moral untuk diajarkan kepada setiap peserta didiknya. Salah satu alasan mengapa konsep pendidikan ini semakin dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia adalah, karena character education dapat memberikan manfaat yang baik untuk kehidupan anak di masa depan. Selain itu, konsep pendidikan yang satu ini juga memiliki beragam manfaat lain seperti:

1.     Membentuk Karakter Anak

Manfaat paling utama dari konsep pendidikan ini adalah untuk membentuk karakter anak menjadi lebih baik lagi. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan mengingat character education atau pendidikan moral sendiri bisa menjadikan seorang anak lebih mandiri dan bertanggung jawab. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa konsep pendidikan ini mampu menciptakan kepribadian seorang anak yang lebih tangguh dan berpikiran maju.

2.     Melatih Mental dan Moral Anak

Manfaat kedua dari character education adalah untuk melatih mental serta moral anak. Pada dasarnya, masalah mental seorang anak harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Saat ini, sudah ada banyak sekolah formal maupun lembaga non formal seperti Flexi homeschooling yang memperhatikan hal ini dengan sangat baik.

Untuk mencegah seorang anak memiliki mental yang lemah dan moral yang buruk, Anda bisa menanamkan pendidikan moral ini sejak dini. Ketika seorang anak memiliki mental serta moral yang positif, hal ini dapat menciptakan suasana lingkungan yang lebih kondusif. Selain itu, pendidikan ini juga dapat membuat seorang anak menjadi lebih bijaksana dan mampu menghadapi segala jenis permasalahan secara lebih mudah.

3.     Menghindari Berbagai Jenis Perilaku yang Tidak Terpuji

Character education adalah salah satu jenis konsep pendidikan yang harus ditanamkan sejak dini. Sebab, konsep pendidikan ini dapat menjadi benteng bagi setiap anak untuk menghindari berbagai jenis perilaku yang tidak terpuji. Jika seorang anak memiliki benteng yang kuat dalam hal ini, mereka dapat lebih mudah untuk membedakan manakah perilaku yang buruk dan perilaku yang baik. Jadi, mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih positif dan bertanggung jawab.

4.     Menanamkan Sikap Disiplin pada Anak

Semua orang tua pasti ingin menanamkan sikap disiplin kepada anaknya sejak dini. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menanamkan sikap disiplin kepada anak adalah dengan memberikan pendidikan moral yang satu ini. Para peserta didik yang disiplin cenderung memiliki nilai yang baik pada pendidikan akademisnya.

Maka dari itu, poin pertama yang harus ditanamkan dalam diri seorang anak adalah kedisiplinan. Dengan sikap disiplin yang dimilikinya tersebut, seorang anak bisa lebih tepat waktu untuk mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

5.     Menanamkan Sikap Tanggung Jawab pada Anak

Seperti yang sudah kami jelaskan di beberapa paragraf sebelumnya, character education dapat membuat seorang anak menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Kemampuan pola pikir dan moral yang selalu berkembang seperti ini dapat membuat anak menjadi lebih bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang telah diambilnya.

Tidak hanya itu, konsep pendidikan yang satu ini juga dapat memudahkan setiap anak untuk mengambil keputusan di setiap momen hidupnya. Tentu ini bisa menjadi poin positif yang harus diperhatikan.

6.     Menciptakan Generasi yang Berintegritas

Manfaat terakhir dari pendidikan karakter ini juga tidak kalah penting dari beberapa manfaat sebelumnya. Dengan menanamkan pendidikan moral kepada anak sejak dini, Anda bisa menciptakan generasi yang lebih berintegritas. Dalam arti lainnya adalah anak-anak di zaman sekarang dapat memiliki karakter yang lebih kuat dan mandiri.

Dengan begitu, mereka bisa lebih merasa tangguh untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan lika-liku di masa depan. Tidak hanya itu, sikap yang tangguh, kuat, dan mandiri ini juga dapat memberikan dampak yang positif terhadap negara. Sebab, seorang anak yang memiliki integritas tinggi akan selalu mengutamakan nilai-nilai integritas bangsa serta negara.

Contoh Implementasi Pendidikan Moral di Sekolah

Untuk membantu Anda dalam memahami konsep pendidikan ini secara lebih baik lagi, kami juga akan membagikan beberapa contoh implementasi pendidikan moral yang ada di sekolah. Pada dasarnya, mendidik karakter seorang anak sudah menjadi tanggung jawab bagi orang tua dan guru. Sehingga, orang tua dan guru tidak boleh mengabaikan keberadaan konsep pendidikan ini begitu saja.

Berikut adalah beberapa contoh implementasi pendidikan moral di sekolah yang bisa Anda pahami dengan baik, yaitu:

1.     Sikap Disiplin

Sikap disiplin pada anak bisa dilihat dari catatan kehadirannya di sekolah, apakah tepat waktu atau tidak. Sementara itu, pihak sekolah juga bisa menegakkan aturan serta menerapkan penggunaan seragam yang sesuai ketentuan, dan peraturan ini harus dipatuhi oleh setiap peserta didik.

2.     Kreativitas Anak

Untuk dapat menciptakan situasi yang mampu menumbuhkan pola pikir dan tindakan yang lebih kreatif, pihak sekolah maupun orang tua bisa memberikan tugas seperti menciptakan karya-karya baru yang berinovatif. Dengan begitu, kreativitas anak bisa semakin berkembang dan terlatih.

3.     Sikap Mandiri

Pihak sekolah maupun orang tua dapat menanamkan sikap mandiri ke dalam diri masing-masing anak, dengan menciptakan situasi yang mampu menggerakkan peserta didik untuk bertindak secara lebih mandiri dan tidak mengandalkan bantuan dari orang lain. Dengan begitu, anak-anak bisa lebih terbiasa untuk melakukan semua hal secara sendiri.

4.     Sikap Jujur

Sikap jujur dapat diimplementasikan dengan menyediakan kantin kejujuran di dalam sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga bisa menerapkan larangan membawa alat komunikasi saat sedang ulangan ataupun ujian. Dengan menerapkan aturan-aturan seperti ini, para peserta didik dapat lebih jujur dan bertanggung jawab.

5.     Sikap Toleransi

Sikap toleransi pada anak bisa dibangun dengan menghargai serta memberikan perlakuan yang sama kepada setiap teman yang ada di sekolahnya. Baik pihak sekolah maupun orang tua di rumah dapat mengajarkan kepada anak-anaknya, untuk lebih menghormati serta menghargai setiap perbedaan yang ada di lingkungan sekitarnya.

6.     Rasa Ingin Tahu dalam Diri Anak

Rasa ingin tahu dalam diri seorang anak juga harus diperhatikan dengan baik. Untuk mengendalikan rasa ingin tahu dalam diri anak ketika di sekolah, pihak sekolah dapat menyediakan sebuah ruang khusus yang dapat dijadikan sebagai media komunikasi untuk para peserta didik mengekspresikan perasaan dan pikiran yang ada dalam dirinya.

7.     Sikap Komunikatif

Untuk membangun dan meningkatkan sikap komunikatif dalam diri setiap peserta didik, pihak sekolah dapat menciptakan suasana yang lebih bersahabat. Dengan begitu, para peserta didik bisa lebih merasa mudah untuk berinteraksi dengan teman-temannya maupun masyarakat sekolah lainnya. Bahkan, mereka juga jadi bisa lebih menghormati setiap individu yang ditemuinya.

8.     Rasa Tanggung Jawab dalam Diri Anak

Tidak semua anak mampu memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam dirinya. Oleh karena itu, orang-orang yang ada di sekitarnya harus siap membantu mereka untuk mengembangkan rasa tanggung jawab yang ada dalam dirinya. Dalam hal ini, pihak sekolah dapat menyuruh para peserta didik untuk membuat laporan yang berisi tentang semua kegiatan yang telah dilakukannya dengan baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.

7 Cara Membentuk Karakter Anak dengan Mudah

Untuk bisa membentuk karakter anak menjadi lebih baik lagi, para orang tua bisa menanamkan pendidikan moral ke dalam diri anaknya sejak dini. Dengan begitu, seorang anak bisa memiliki sifat dan ciri khas yang lebih melekat. Berikut adalah 7 cara yang bisa Anda lakukan untuk membentuk karakter anak dengan mudah, yaitu:

1.     Memberikan Teladan

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan teladan kepada anak-anak. Baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah harus memberikan teladan yang baik kepada setiap anak. Dalam hal ini, orang tua maupun guru dapat menunjukkan sikap sabar dan tegas dalam kesehariannya.

2.     Memberikan Apresiasi

Setiap anak pasti akan membutuhkan apresiasi untuk bisa berkembang. Baik apresiasi dalam bentuk tulisan maupun lisan akan menjadi hal berharga bagi setiap anak. Oleh karena itu, orang tua maupun guru harus memberikan apresiasi ketika anak-anak sudah berhasil melakukan suatu hal secara benar, contohnya pada saat mengerjakan tugas secara tepat waktu, membantu temannya yang sedang kesulitan, berani berbicara jujur, dan lain sebagainya.

3.     Menyisipkan Pesan Moral di Setiap Pelajaran

Proses pengembangan karakter anak juga bisa dilakukan dengan menyisipkan pesan moral di setiap pelajaran. Cara ini bisa dilakukan oleh setiap guru di sekolah. Dengan menyisipkan pesan moral di setiap pelajaran seperti ini, para peserta didik bisa lebih memahami tentang betapa pentingnya perkembangan karakter bagi kehidupannya. Dengan begitu, mereka akan selalu berusaha untuk mengembangkan karakternya menjadi lebih baik lagi.

4.     Mengajarkan Sopan Santun kepada Anak

Seorang anak juga harus diajari sopan santun sejak dini. Untuk bisa mengajarkan sopan santun kepada anak, Anda bisa menerapkan metode 5S yang berarti salam, senyum, sapa, sopan, dan santun. Nantinya, sikap sopan santun ini bisa diajarkan dengan teladan. Jadi, orang tua maupun guru bisa mencontohkannya langsung ke setiap anak. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah untuk meniru perilaku yang baik tersebut.

5.     Menanamkan Jiwa Leadership dalam Diri Anak

Cara kelima yang bisa dilakukan untuk mengembangkan karakter anak adalah dengan menanamkan jiwa leadership di dalam dirinya. Pada dasarnya, leadership atau jiwa kepemimpinan adalah salah satu jenis karakter yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan memiliki karakter yang satu ini, anak-anak bisa lebih mudah untuk bekerja secara kelompok. Bahkan, karakter ini juga dapat memudahkan setiap anak untuk lebih berkembang di setiap waktunya.

6.     Menceritakan Pengalaman Inspiratif secara Rutin

Biasanya, anak-anak cenderung suka mendengarkan cerita yang menarik. Oleh karena itu, Anda bisa mengajarkan perkembangan karakter kepada anak dengan menceritakan pengalaman inspiratif di setiap harinya. Dengan begitu, anak-anak bisa lebih mudah untuk memahami manakah perilaku yang patut ditiru dan perilaku yang tidak patut ditiru. Jadi, karakter yang ada dalam diri seorang anak bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

7.     Melakukan Kegiatan Literasi secara Rutin

Pengertian dari literasi itu sendiri adalah kemampuan seseorang dalam mengolah serta memahami informasi saat melakukan proses menulis maupun membaca. Meski begitu, kegiatan literasi ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis dan membaca saja, tapi kegiatan ini juga dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap perkembangan karakter anak. Jadi, Anda bisa mencoba untuk mempraktikkannya sendiri.

Dengan melihat penjelasan yang ada di atas, dapat dipastikan bahwa pendidikan karakter termasuk salah satu jenis ilmu yang harus dimiliki oleh setiap anak. Dengan memiliki character education yang tinggi seperti ini, seorang anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tentu semua orang tua menginginkan hal itu, sehingga Anda bisa mulai menerapkan konsep pendidikan ini kepada anak Anda.

Another Article

This article have

0 Comment

Leave a Comment