Tuesday, 18 Jun 2024
  • Sekolah Pertama Menerapkan Agile Education Berbasis Kurikulum Aqil Baligh dan Fitrah
  • Sekolah Pertama Menerapkan Agile Education Berbasis Kurikulum Aqil Baligh dan Fitrah

SOP Sekolah Ramah Anak

Sekolah ramah anak tidak bisa terjadi begitu saja. Harus ada atau SOP pembentukan sekolah ramah anak. Untuk bisa mewujudkan instansi pendidikan yang ramah anak. Sesuai dengan rekomendasi dari Unicef maupun pemerintah melalui kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Seperti yang diketahui, sekolah yang ramah anak diperlukan untuk mencegah tindak kekerasan terhadap siswa selama di sekolah. Baik yang dilakukan oleh tenaga pendidik maupun warga sekolah lainnya. Tindakan kekerasan ini beragam. Mulai dari tindakan kekerasan secara fisik, mental, hingga seksual.

SOP Sekolah Ramah Anak

Sebelum sebuah instansi pendidikan menerapkan sekolah ramah anak, biasanya dibentuk tim gugus untuk mewujudkan sekolah yang ramah. Berikut beberapa SOP pembentukan SRA yang sering ada di beberapa sekolah.

1.      Rapat Membentuk Tim Gugus SRA

Yang dimaksud dengan tim gugus tugas adalah kelompok yang bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi jalannya sekolah ramah anak. Pembentukan ini diawali dengan adanya rapat pembentukan tim dalam struktur organisasi.

Pada rapat ini dihadiri dan dilaksanakan oleh beberapa pihak terkait yang berkepentingan. Seperti kepala sekolah, perwakilan komite sekolah, tata usaha, guru, orang tua, dan siswa. Semua berkumpul untuk merumuskan dan menyetujui terkait visi, misi, dan tujuan dilaksanakannya sekolah yang ramah anak.

2.      Pembuatan Surat Keputusan

Setelah perumusan pada rapat dan dihasilkan beberapa keputusan, maka segera dibuat surat keputusan. Terkait persetujuan adanya SRA di lingkungan instansi pendidikan tersebut. Tidak hanya keputusan saja. Tapi juga berbagai visi, misi, dan tujuan dibentuknya SRA yang kondusif.

Selain keputusan dan program apa saja yang akan dilaksanakan, juga ditetapkan siapa saja yang akan bertugas dan berwenang. Agar semua program bisa terlaksana dengan baik. Setelah SK dibuat, SK akan ditandatangani oleh kepala sekolah sebagai penanggung jawab tertinggi di sekolah.

3.      Membuat Konsep

Memasuki tahap selanjutnya. Sekolah ramah anak yang baik harus memiliki konsep yang jelas. Konsep ini harus sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan di awal. Maka dari itu, perlu rapat lanjutan untuk menemukan konsep yang tepat.

Rapat pembentukan konsep ini dihadiri oleh kepala sekolah, perwakilan guru, komite sekolah, tata usaha, orang tua siswa, dan siswa sendiri. Semua usulan ditampung untuk membentuk konsep yang bisa diaplikasikan untuk siswa pada khususnya dan untuk warga sekolah lain pada umumnya.

Konsep harus realistis. Artinya, mudah untuk diaplikasikan dan tidak menjadi beban bagi pihak tertentu. Setelah konsep dirumuskan dan disetujui, konsep dibentuk dalam sebuah tulisan yang bisa dikaji ulang.

4.      Memeriksa Hasil Format SRA

Konsep yang telah ditulis akan diperiksa kembali oleh kepala sekolah. Pada saat pemerintahan ini, kemungkinan dikaji ulang masih tetap ada. Apakah konsep sudah sesuai dengan visi, misi, tujuan dan budaya sekolah atau belum. Jika ternyata masih ada yang kurang, bisa ditambahkan sebelum disetujui.

Program-program apa yang selayaknya kurang layak bisa diubah, diganti, atau bahkan dihapuskan. Jika ada program yang tepat tapi belum masuk, bisa ditambahkan dengan berbagai pertimbangan. Setelah konsep benar-benar matang dan program sudah sesuai dengan konsep, maka kepala sekolah akan melanjutkan pada SOP selanjutnya.

5.      Menandatangani Laporan

Kepala sekolah akan menandatangani konsep sekolah ramah anak. Jika sudah ditandatangani, berarti sekolah mampu melakukan semua konsep yang telah tertulis. Setelah menandatangani, kepala sekolah akan meneruskan proses SOP yang terakhir. Yaitu menyerahkan pada bagian tata usaha.

6.      Mengirim Laporan ke UPT/Disdik

Setelah mendapat laporan yang telah ditandatangani oleh kepala sekolah, bagian tata usaha akan menyerahkan SOP sekolah ramah anak pada Disdik atau UPT. Disdik atau dinas pendidikan dan kebudayaan adalah bagian dari pemerintahan yang bertugas menangani terkait instansi pendidikan.

Tujuannya agar Disdik mengetahui bahwa sekolah tersebut telah berencana menerapkan program ramah anak pada proses belajar dan mengajar di sekolah. Agar mendapat bimbingan, pengawasan, serta evaluasi dari Disdik dan pemerintah terkait.

SOP Sekolah Ramah Anak Flexi School Jadi Sebuah Solusi

Sekolah ramah anak adalah solusi untuk mencegah kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Salah satu sekolah yang menerapkan program ini adalah Flexi School.

Flexi School adalah sekolah fleksibel yang tidak hanya menerapkan program ramah anak. Dengan menghadirkan guru atau mentor yang berpengalaman dan bersertifikat internasional. Tapi juga menyediakan kurikulum pendidikan yang mendukung minat dan bakat siswa.

Siswa tidak hanya menganggap sekolah adalah tempat yang aman untuknya. Tapi juga menjadi tempat yang menyenangkan. Karena mereka bisa belajar apapun yang mereka sukai.

Dengan menerapkan sekolah ramah anak berbasis project, mentoring dan coaching life skill, kami memberi kesempatan pada siswa untuk mengasah kreativitas, inovasi, leadership dan entrepreneurship. Agar bisa mempersiapkan masa depan siswa dengan akademik dan bidang yang mereka sukai.

This article have

0 Comment

Leave a Comment