Tuesday, 18 Jun 2024
  • Sekolah Pertama Menerapkan Agile Education Berbasis Kurikulum Aqil Baligh dan Fitrah
  • Sekolah Pertama Menerapkan Agile Education Berbasis Kurikulum Aqil Baligh dan Fitrah

3 Gaya Belajar, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

Tahukah Anda? Jika saat ini terdapat 3 gaya belajar yang paling umum dimiliki oleh setiap orang. Gaya belajar ini merupakan hasil penelitian para ahli yang melihat keanekaragaman cara belajar pada masing-masing orang yang ternyata berbeda-beda.

Perlu kita sadari bahwa setiap orang memang memiliki metode belajar yang berbeda satu sama lain. Beberapa orang mungkin senang belajar sambil mendengarkan musik, beberapa orang lainnya mungkin senang belajar sambil membaca buku, sementara sisanya baru bisa paham setelah dipraktikan. Agar tahu mana yang sesuai dengan anak Anda, mari kita bahas satu persatu.

Visual

3 gaya belajar yang pertama akan kita bahas yaitu gaya belajar secara visual. Anak yang memiliki gaya belajar visual akan lebih terfokus pada apa yang dia lihat. Ketika ia mempelajari hal baru, biasanya mereka perlu melihatnya secara visual agar lebih mudah paham pada hal tersebut. 

Tidak hanya itu, anak yang belajar secara visual juga lebih senang menggunakan warna-warna, garis, lengkungan, atau bentuk lainnya sebagai media belajarnya. Karena itu, anak dengan tipe belajar ini biasanya memiliki pemahaman yang cukup dalam dengan nilai artistik yang cukup tinggi. 

Karakteristik Gaya Belajar Visual

Untuk dapat mengenali apakah anak Anda memiliki gaya belajar visual atau tidak, Anda bisa mengetahuinya melalui beberapa ciri di bawah ini.

  • Anak lebih senang mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato.
  • Tidak mudah menerima instruksi jika diberikan secara verbal, kecuali ditulis di kertas.
  • Anak lebih mudah mengingat pembelajaran melalui apa yang mereka lihat dari pada apa yang mereka dengar.
  • Lebih senang membaca sendiri dari pada mendengar orang lain membaca.
  • Gaya bicaranya cenderung lebih cepat dibanding tipe anak dengan gaya belajar yang lain.
  • Lebih mementingkan penampilan, baik itu dalam pakaian yang dikenakannya ataupun penampilan secara keseluruhan.
  • Sedikit sulit mengungkapkan sesuatu menggunakan kata-kata.
  • Tidak mudah terdistraksi oleh keramaian.
  • Senang menggambar apa saja di kertas.
  • Lebih mudah memahami istruksi dalam bentuk gambar dan bagan.
  • Memiliki karakter yang teliti dan detail.
  • Merupakan seorang pembaca cepat dan tekun.
  • Rapi dan teratur.

Cara Belajar yang cocok untuk Gaya Belajar Visual

Setelah mengetahui karakteristiknya, sebagai orang tua Anda dapat membimbingnya belajar dengan cara sebagai berikut.

  • Sediakan spidol warna-warni untuknya membuat catatan agar lebih menarik.
  • Membuat mind mapping untuk membantu pemahamannya agar lebih baik.
  • Memfasilitasi anak untuk belajar melalui gambar, atau video belajar yang menarik.
  • Menyediakan berbagai buku bacaan yang tidak hanya terdiri dari tulisan saja, tetapi juga memiliki beberapa ilustrasi di dalamnya.

Auditori

Berbeda dengan gaya belajar sebelumnya yang menggunakan penglihatan sebagai fokus belajarnya, anak dengan gaya belajar auditori justru lebih mengandalkan pendengaran sebagai fokus belajarnya. 

Dari 3 gaya belajar yang ada, anak dengan gaya belajar auditori tidak terlalu mementingkan tampilan visual saat belajar, yang terpenting baginya yaitu ia dapat mendengarkan gurunya dengan baik dan jelas pada saat mengajar. 

Karena itu, anak dengan gaya belajar auditori akan lebih mudah ingat pada apa yang dikatakan oleh gurunya saat mengajar daripada apa yang ditampilkan pada buku atau layar monitor. Jika ada anak yang suka mengingatkan untuk tenang saat belajar, bisa jadi dia merupakan tipe pembelajar auditori.

Karakteristik Gaya Belajar Auditori 

Lalu bagaimana karakteristik yang khas dari seorang anak yang memiliki gaya belajar auditori? Anda bisa melihat beberapa poin di bawah ini.

  • Lebih senang membaca dengan cara bersuara atau menggerakan bibirnya walaupun secara perlahan.
  • Senang mendengarkan orang yang berbicara.
  • Tidak dapat berkonsentrasi ketika belajar di tengah keramaian.
  • Anak lebih mudah mengingat hal yang ia dengar dari pada apa yang dia lihat.
  • Berbicara pada diri sendiri pada saat sedang mencoba mempelajari sesuatu.
  • Menyukai musik dan senang bernyanyi.
  • Cukup pandai dalam menirukan nada atau irama tertentu karena ia memiliki fokus yang baik pada pendengarannya.
  • Sedikit kurang pandai dalam menulis, tetapi mereka sangat pandai bercerita. 
  • Anak mengalami kesulitan apabila diberikan tugas atau pekerjaan yang melibatkan visual.
  • Saat berkenalan dengan orang baru, mereka mudah mengingat nama orang tersebut dari pada wajahnya. 

Cara Belajar Gaya Belajar Auditori

3 gaya belajar ini masing-masing memang memiliki karakteristik yang unik. Karena itu, gaya belajarnya pun cukup unik. Anak dengan gaya belajar auditori akan lebih cocok belajar dengan cara seperti berikut.

  • Jika belajar menggunakan buku, bisa sambil diucapkan atau bersuara pelan agar ada rangsangan ke indra pendengarannya. 
  • Untuk memperkuat pemahaman, anak Anda bisa dianjurkan untuk merekam suara gurunya saat mengajar untuk kemudian didengarkan kembali suatu hari nanti.
  • Belajar dengan cara berdiskusi bersama teman agar lebih mudah untuk memahami dan mengingat apa yang sedang dipelajari. 
  • Belajar sambil mendengarkan musik yang disukainya.

Kinestetik

Gaya belajar kinestetik merupakan tipe terakhir dari 3 gaya belajar yang ada. Anak dengan tipe belajar kinestetik biasanya akan lebih mudah memahami sesuatu ketika sudah mempraktikannya. Mereka menyerap informasi melalui berbagai gerakan yang dilakukan. 

Bagi pembelajar kinestetik, belajar dengan melakukan atau menyentuh sesuatu bisa memberikan pengalaman tersendiri. Oleh karena itu, anak dengan gaya belajar ini biasanya akan mudah bosan jika terlalu lama diam di kelas saat belajar

Karakteristik Pembelajar Kinestetik

Selain pembelajar auditori, anak dengan gaya belajar kinestetik juga memiliki karakteristik yang cukup unik dari 3 gaya belajar yang lainnya. Adapun karakteristik anak dengan gaya belajar kinestetik yaitu sebagai berikut.

  • Sering menggunakan isyarat tubuh pada saat berkomunikasi.
  • Senang melakukan berbagai aktivitas yang membuat tubuhnya bergerak seperti olahraga atau menari.
  • Cenderung berbicara dengan perlahan.
  • Bersemangat belajar pada saat ada praktik.
  • Menghafal lebih mudah jika sambil berjalan atau melihat.
  • Tidak dapat bertahan lama saat duduk, selalu ingin bergerak ke sana kemari.
  • Menggunakan jari atau penunjuk pada saat sedang membaca atau mempelajari sesuatu dari buku.

Cara Belajar yang Cocok untuk Pembelajar Kinestetik

Untuk dapat memaksimalkan proses belajar anak dengan tipe belajar kinestetik, Anda dapat menggunakan beberapa cara di bawah ini.

  • Menemani anak belajar sambil melakukan beberapa gerakan, seperti sambil berjalan, tepuk tangan, atau menjentikkan jari. 
  • Ketika baru saja mendapatkan materi belajar, cobalah untuk segera mempraktikannya (bila memungkinkan) agar tidak lupa.
  • Mengajaknya untuk mengunjungi tempat-tempat yang berhubungan dengan materi belajar, misalnya museum.
  • Mendukung anak untuk mengikuti ekstrakurikuler seperti Kelompok Ilmiah Remaja sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuannya.
  • Menemaninya mencoba berbagai eksperimen dari materi yang telah disampaikan.

Dari 3 gaya belajar yang sudah kami paparkan di atas, manakah yang paling sesuai dengan karakteristik anak Anda? Pada dasarnya, masing-masing anak itu unik dan pintar. Hanya saja, kita sebagai orang tua harus bisa melihat mana yang paling cocok untuk sang anak agar bisa mendukung proses belajarnya menjadi lebih optimal.

This article have

0 Comment

Leave a Comment