Perbedaan paling mendasar adalah statusnya: ujian kesetaraan lama (Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan/UNPK) bersifat wajib dan menentukan kelulusan, sedangkan TKA (Tes Kemampuan Akademik) yang menggantikannya tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan. Berdasarkan Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025, kelulusan Paket A, B, dan C kini ditentukan oleh satuan pendidikan (PKBM) melalui penilaian menyeluruh, bukan oleh satu ujian akhir. TKA berperan sebagai instrumen pemetaan capaian akademik yang bisa dimanfaatkan, misalnya untuk melanjutkan studi, tetapi tidak lagi menjadi penghalang kelulusan seperti ujian lama.
Kalau Anda bingung dengan perubahan ini — apalagi jika sebelumnya mengenal sistem ujian kesetaraan yang lama — artikel ini menjelaskan apa saja yang berubah dan apa dampaknya bagi keluarga homeschooler serta peserta PKBM.
Sekilas: Dari UNPK ke TKA
Selama bertahun-tahun, lulusan pendidikan kesetaraan mengenal Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) sebagai ujian akhir yang menentukan kelulusan Paket A, B, dan C. Sistem ini sejalan dengan Ujian Nasional (UN) di jalur formal pada masanya.
Seiring perubahan kebijakan pendidikan nasional, UN dihapuskan dan digantikan pendekatan asesmen yang berbeda. Di jalur kesetaraan, perubahan ini diwujudkan melalui TKA (Tes Kemampuan Akademik), yang diatur dalam Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 dengan pedoman penyelenggaraan pada Kepmendikdasmen No. 95/M/2025.
Untuk memahami apa itu TKA secara menyeluruh — termasuk jadwal, materi, dan cara daftar — tersedia panduan lengkap di TKA Kesetaraan 2026: Panduan Lengkap Paket A, B, C. Artikel ini fokus pada satu hal: apa yang berubah dari sistem lama ke TKA.
Perbandingan Langsung: Ujian Kesetaraan Lama vs TKA
Berikut ringkasan perbedaan utamanya:
| Aspek | Ujian Kesetaraan Lama (UNPK) | TKA (Tes Kemampuan Akademik) |
|---|---|---|
| Status | Wajib | Tidak wajib |
| Menentukan kelulusan? | Ya | Tidak |
| Penentu kelulusan | Hasil ujian nasional | Satuan pendidikan (PKBM) via penilaian menyeluruh |
| Fungsi utama | Syarat kelulusan | Pemetaan capaian akademik |
| Biaya bagi peserta | Bervariasi | Tanpa biaya |
| Dasar hukum | Regulasi UN/UNPK lama | Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 |
| Hasil | Kelulusan/ketidaklulusan | Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) |
Perbedaan ini bukan sekadar ganti nama, melainkan perubahan filosofi: dari ujian yang menghakimi lulus/tidak, menjadi asesmen yang memetakan kemampuan untuk perbaikan dan kelanjutan studi.
Empat Perubahan Penting yang Perlu Dipahami Keluarga
1. Kelulusan Kini Ditentukan PKBM, Bukan Ujian Nasional
Ini perubahan paling mendasar. Dulu, lulus atau tidaknya peserta bergantung pada hasil UNPK. Sekarang, kelulusan ditentukan oleh satuan pendidikan (PKBM) melalui penilaian menyeluruh atas proses belajar peserta — mencakup penyelesaian program, penilaian proses, dan pemenuhan kompetensi.
Dampaknya bagi keluarga: proses belajar yang terdokumentasi dengan baik di PKBM menjadi lebih penting daripada sekadar “lulus satu ujian akhir”. Pilih PKBM yang menjalankan penilaian secara tertib.
2. TKA Tidak Wajib
Peserta bebas memilih mengikuti TKA atau tidak. Ini memberi keleluasaan, tetapi juga menuntut pemahaman: TKA tetap bermanfaat (misalnya untuk melanjutkan kuliah), meski tidak wajib. Jadi keputusan mengikutinya sebaiknya mempertimbangkan rencana anak ke depan.
3. TKA Tanpa Biaya
Berbeda dari sebagian mekanisme lama, TKA diselenggarakan tanpa pungutan biaya karena dibiayai negara. Ini memastikan akses yang setara bagi semua peserta.
4. Hasilnya Berupa Sertifikat, Bukan Vonis Lulus/Tidak
TKA menghasilkan Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang memuat capaian akademik per mata pelajaran. Sertifikat ini bisa dimanfaatkan, misalnya sebagai salah satu pertimbangan seleksi masuk perguruan tinggi, bukan sebagai penentu kelulusan.
Apa Dampaknya bagi Homeschooler dan Peserta PKBM?
Bagi keluarga homeschooler dan peserta PKBM, perubahan ini umumnya kabar baik:
Tekanan “ujian penentu” berkurang. Anak tidak lagi menghadapi satu ujian yang menentukan segalanya. Ini selaras dengan semangat homeschooling yang menekankan proses belajar, bukan sekadar hasil ujian.
Proses belajar lebih dihargai. Karena kelulusan ditentukan penilaian menyeluruh, kualitas dan dokumentasi proses belajar menjadi lebih bernilai.
Peran PKBM makin penting. Karena PKBM menjadi penentu kelulusan, memilih PKBM yang tertib administrasi dan penilaian menjadi krusial.
Fleksibilitas memanfaatkan TKA. Anak yang berencana kuliah bisa memanfaatkan TKA sebagai nilai tambah, sementara yang tidak membutuhkannya tidak terbebani kewajiban.
Satu catatan penting untuk kejujuran: karena regulasi ini masih dalam masa transisi penerapan, sebagian daerah dan satuan pendidikan mungkin masih menyesuaikan mekanisme teknisnya. Karena itu, selalu konfirmasikan prosedur kelulusan dan pelaksanaan TKA yang berlaku ke PKBM tempat anak terdaftar atau ke dinas pendidikan setempat.
Flexi School: Mendampingi Keluarga di Masa Transisi Regulasi
Perubahan regulasi seperti ini sering membuat orang tua bingung. Di sinilah peran PKBM yang memahami regulasi terbaru menjadi berharga.
Flexi School Bintaro, PKBM terakreditasi B oleh BAN-PDM (No. 00543/280000/PKBM/2023) dengan NPSN aktif, memahami dan menerapkan regulasi TKA terbaru. Melalui metode EduAgility, penilaian di Flexi memang menekankan proses belajar yang bermakna — selaras dengan semangat perubahan dari ujian penentu menjadi penilaian menyeluruh.
Tim Flexi siap menjelaskan mekanisme TKA dan kelulusan yang berlaku secara terkini, sehingga keluarga tidak bingung di tengah masa transisi.
Ingin menempuh Paket A, B, atau C dengan pendampingan yang memahami regulasi TKA terbaru? Konsultasi dan daftar di Flexi School
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa perbedaan utama TKA dan ujian kesetaraan lama?
Ujian kesetaraan lama (UNPK) wajib dan menentukan kelulusan, sedangkan TKA tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan. Kelulusan kini ditentukan oleh PKBM melalui penilaian menyeluruh, sesuai Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025.
Apakah ujian kesetaraan sekarang masih ada?
Sistem ujian kesetaraan lama (UNPK) yang menentukan kelulusan sudah tidak berlaku. Sebagai gantinya ada TKA, yang berfungsi memetakan capaian akademik, bukan menentukan kelulusan.
Kalau TKA tidak wajib, apakah anak saya perlu mengikutinya?
Tergantung rencana anak. TKA tidak wajib, tetapi hasilnya bisa bermanfaat, misalnya sebagai salah satu pertimbangan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Diskusikan dengan PKBM sesuai rencana anak ke depan.
Kalau bukan TKA, apa yang menentukan kelulusan sekarang?
Kelulusan Paket A/B/C ditentukan oleh satuan pendidikan (PKBM) melalui penilaian menyeluruh atas proses belajar, penyelesaian program, dan pemenuhan kompetensi — bukan oleh satu ujian akhir.
Apakah TKA berbayar seperti ujian dulu?
Tidak. TKA diselenggarakan tanpa pungutan biaya karena dibiayai negara.
Apakah perubahan ini menyulitkan homeschooler?
Umumnya justru memudahkan. Tekanan “ujian penentu” berkurang, proses belajar lebih dihargai, dan anak yang berencana kuliah tetap bisa memanfaatkan TKA. Yang penting, pilih PKBM yang memahami regulasi terbaru dan tertib dalam penilaian.
Artikel Lain yang Relevan
- TKA Kesetaraan 2026: Panduan Lengkap Paket A, B, C untuk Homeschooler
- Apa Itu TKA? Pengganti Ujian Kesetaraan untuk Homeschooler
- Ujian Paket A Online: TKA, Cara Lulus Setara SD, dan Jadwalnya
- Ujian Paket B Online: TKA, Cara Lulus Setara SMP, dan Jadwalnya
- Apakah Siswa Homeschooling di PKBM Perlu Ikut Ujian Akhir?
- Apakah Ijazah Paket C Bisa Ikut SNBT dan Masuk PTN?
- Program PKBM Flexi School — Paket A, B, C dan Homeschooling
Penulis: Tim Konten Flexi School | Ditinjau berdasarkan Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 dan Kepmendikdasmen No. 95/M/2025. Penerapan teknis dapat berbeda antar-daerah dan masih dalam masa transisi — konfirmasikan ke PKBM atau dinas pendidikan setempat.













