0812 1035 6374 [email protected]

9 Jenis Homeschooling di Indonesia: Bentuk Resmi dan Metode Populer

Oleh

Melati

Jenis homeschooling di Indonesia dapat dilihat dari dua sudut pandang. Dari sisi bentuk resmi menurut regulasi, ada tiga jenis: homeschooling tunggal, majemuk, dan komunitas, sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 129 Tahun 2014. Dari sisi metode atau pendekatan belajar, ada beragam model yang banyak diadopsi dari praktik pendidikan di luar negeri, seperti school-at-home, unschooling, Montessori, Charlotte Mason, classical, dan eclectic. Menggabungkan keduanya, kita mengenal setidaknya sembilan jenis homeschooling yang umum di Indonesia.

Memahami perbedaan antara “bentuk” dan “metode” ini penting agar Anda tidak bingung, dan bisa memilih jalur yang paling sesuai untuk anak. Mari kita bahas keduanya secara jelas.

Membedakan Dua Hal: Bentuk dan Metode

Sebelum masuk ke daftar, ada satu hal yang perlu diluruskan. Istilah “jenis homeschooling” sering dipakai untuk dua hal yang sebenarnya berbeda:

Bentuk menunjuk pada bagaimana keluarga menyelenggarakan homeschooling — apakah sendiri, bergabung dengan beberapa keluarga, atau dalam komunitas terorganisir. Ini yang diatur dalam regulasi.

Metode (atau pendekatan/model) menunjuk pada filosofi dan cara belajar yang dipilih — apakah terstruktur seperti sekolah, berbasis minat anak, mengikuti pemikiran tokoh pendidikan tertentu, dan seterusnya. Ini banyak berkembang dari praktik pendidikan di luar negeri.

Keduanya bisa dikombinasikan. Misalnya, sebuah keluarga bisa menjalankan homeschooling tunggal (bentuk) dengan metode Charlotte Mason (metode). Memahami perbedaan ini membantu Anda menyusun homeschooling yang tepat.

Bagian 1: Tiga Bentuk Homeschooling Menurut Regulasi

Berdasarkan Permendikbud No. 129 Tahun 2014 tentang Sekolahrumah, ada tiga bentuk homeschooling yang diakui secara resmi di Indonesia.

1. Homeschooling Tunggal

Homeschooling tunggal adalah layanan pendidikan berbasis keluarga yang dilaksanakan oleh orang tua dalam satu keluarga, tanpa bergabung dengan keluarga lain. Semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara individual, mengutamakan privasi dan perhatian penuh pada anak. Bentuk ini memberi fleksibilitas maksimal bagi orang tua untuk mengatur proses belajar sesuai kebutuhan anaknya.

2. Homeschooling Majemuk

Homeschooling majemuk adalah layanan pendidikan berbasis lingkungan yang diselenggarakan oleh orang tua dari dua atau lebih keluarga, untuk kegiatan tertentu yang dilakukan bersama, sementara kegiatan pokok tetap dilakukan oleh masing-masing keluarga. Bentuk ini memungkinkan anak bersosialisasi dan berbagi sumber daya dengan keluarga lain.

3. Homeschooling Komunitas

Homeschooling komunitas adalah gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menyusun dan menyepakati silabus, bahan ajar, kegiatan, serta jadwal pembelajaran bersama. Bentuk ini lebih terstruktur dan terorganisir, sering mendekati suasana sekolah kecil dengan pengelolaan bersama.

Ketiga bentuk ini adalah klasifikasi resmi. Untuk memperoleh ijazah, keluarga pada bentuk apa pun tetap bermitra dengan PKBM melalui jalur pendidikan kesetaraan.

Bagian 2: Enam Metode Homeschooling yang Populer

Dari sisi metode, banyak pendekatan yang berkembang dari praktik pendidikan di luar negeri dan diadopsi keluarga homeschooler di Indonesia. Pegiat homeschooling seperti Rumah Inspirasi turut memperkenalkan model-model ini ke masyarakat. Berikut enam yang paling umum.

4. School-at-Home (Sekolah di Rumah)

Pendekatan paling terstruktur, pada dasarnya memindahkan sistem sekolah ke rumah. Menggunakan kurikulum, buku teks, jadwal, dan penilaian berkala seperti di sekolah formal. Cocok untuk keluarga yang menginginkan kemudahan dan kejelasan, serta anak yang nyaman dengan struktur. Kurikulumnya bisa mengacu kurikulum nasional maupun internasional seperti Cambridge.

5. Unschooling (Natural Learning)

Pendekatan paling tidak terstruktur, dipelopori John Holt. Unschooling tidak mendasarkan belajar pada kurikulum baku, melainkan pada minat dan kehidupan sehari-hari anak. Filosofinya menempatkan kehidupan dan lingkungan sebagai tempat belajar terbaik, dengan anak sebagai penggerak proses belajarnya sendiri. Cocok untuk anak yang sangat mandiri dan didorong rasa ingin tahu.

6. Classical (Klasik)

Mengambil inspirasi dari tradisi pendidikan Yunani dan Romawi, metode ini menggunakan konsep Trivium — tiga tahap belajar: grammar (fondasi pengetahuan), logic (penalaran), dan rhetoric (kemampuan mengomunikasikan gagasan). Menekankan pembentukan kemampuan berpikir logis dan mendalam. Referensi klasiknya adalah buku “The Well-Trained Mind”.

7. Charlotte Mason (Living Books)

Dikembangkan dari pemikiran tokoh pendidikan Inggris, Charlotte Mason. Ciri khasnya adalah penggunaan “living books” (buku hidup) — buku berkualitas yang memicu imajinasi dan pemikiran, alih-alih buku teks kering. Menekankan pembentukan kebiasaan baik, pengamatan alam, dan pendidikan karakter. Di Indonesia, metode ini cukup populer karena ada komunitas aktif yang mempelajarinya.

8. Montessori

Mengambil inspirasi dari Maria Montessori, tokoh pendidikan Italia. Menekankan kemandirian anak, belajar melalui alat bantu (apparatus) yang dirancang khusus, dan kebebasan memilih dalam lingkungan yang terstruktur. Menghubungkan gerakan dengan kreativitas dan perkembangan otak. Paling kuat penerapannya di jenjang usia dini.

9. Eclectic (Elektik / Gado-gado)

Sesuai namanya, eclectic adalah pendekatan yang mencampur dan memadukan berbagai metode sesuai kebutuhan dan preferensi keluarga. Orang tua memilih elemen terbaik dari beberapa pendekatan untuk menyusun program yang paling sesuai untuk anaknya. Ini pendekatan yang paling fleksibel, dan dalam praktiknya justru paling banyak digunakan, karena kebanyakan keluarga tidak mengikuti satu metode secara murni.

Di luar keenam metode ini, masih ada model lain seperti Waldorf (dari pemikiran Rudolf Steiner, menekankan seni dan alam) dan Unit Studies (pembelajaran tematik lintas mata pelajaran). Semangat dasar homeschooling adalah pendidikan yang disesuaikan (customized education), sehingga keluarga bebas memilih dan mengadaptasi.

Cara Memilih Jenis dan Metode yang Tepat

Dengan banyaknya pilihan, bagaimana menentukan yang sesuai?

Untuk bentuk: pilih tunggal jika ingin fleksibilitas dan privasi penuh, majemuk jika ingin anak bersosialisasi dengan beberapa keluarga, atau komunitas jika menginginkan struktur dan pengelolaan bersama.

Untuk metode: sesuaikan dengan gaya belajar dan kepribadian anak. Anak yang nyaman dengan struktur cocok dengan school-at-home; anak yang sangat mandiri dan didorong minat cocok dengan unschooling; anak usia dini sering terbantu Montessori; dan seterusnya. Bagi kebanyakan keluarga, pendekatan eclectic yang memadukan beberapa metode justru paling praktis.

Baca panduan lengkapnya di artikel Cara Memilih Kurikulum Homeschooling yang Tepat.

Apa Pun Jenisnya, Ijazah Tetap Lewat PKBM

Satu hal yang berlaku untuk semua jenis dan metode: karena homeschooling adalah jalur pendidikan informal yang dijalani keluarga, ijazah resmi diperoleh melalui pendidikan kesetaraan di PKBM terakreditasi (Paket A, B, C).

Regulasi terbaru yang perlu diketahui: struktur kurikulum kesetaraan mengikuti sistem SKK sesuai Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, dan penilaian akhir mengacu pada TKA sesuai Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 (yang tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan). Jadi, bentuk atau metode homeschooling apa pun yang Anda pilih, pastikan terhubung dengan PKBM untuk jalur ijazahnya.

Flexi School: Mendampingi Beragam Pendekatan Homeschooling

Flexi School Bintaro, sebagai PKBM terakreditasi B, memahami bahwa setiap keluarga homeschooler punya bentuk dan metode yang berbeda. Melalui metode EduAgility dengan ILP (Individual Learning Plan), Flexi membantu menyelaraskan pendekatan belajar yang dipilih keluarga dengan jalur ijazah kesetaraan resmi.

Baik Anda menjalankan homeschooling tunggal dengan metode Charlotte Mason, atau pendekatan eclectic yang memadukan beberapa model, Flexi dapat menjadi mitra untuk memastikan anak memperoleh ijazah Paket A, B, atau C yang diakui negara — tanpa kehilangan fleksibilitas yang menjadi kekuatan homeschooling.

Ingin menjalankan homeschooling dengan pendekatan pilihan Anda, tapi ijazahnya tetap terjamin? Konsultasi dengan tim Flexi

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa saja jenis homeschooling di Indonesia?

Dari sisi bentuk resmi (Permendikbud No. 129 Tahun 2014), ada tiga: homeschooling tunggal, majemuk, dan komunitas. Dari sisi metode, ada beragam pendekatan populer seperti school-at-home, unschooling, classical, Charlotte Mason, Montessori, dan eclectic.

Apa bedanya homeschooling tunggal, majemuk, dan komunitas?

Tunggal dilakukan satu keluarga sendiri; majemuk melibatkan dua atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu; komunitas adalah gabungan yang menyepakati silabus, bahan ajar, dan jadwal bersama secara lebih terstruktur.

Metode homeschooling mana yang terbaik?

Tidak ada yang terbaik untuk semua anak. Pilih sesuai gaya belajar dan kepribadian anak. Kebanyakan keluarga menggunakan pendekatan eclectic yang memadukan beberapa metode.

Apakah metode homeschooling harus dari luar negeri?

Tidak harus. Meski banyak metode berasal dari praktik pendidikan luar negeri, keluarga bisa mengadaptasinya sesuai konteks Indonesia, atau menggunakan kurikulum nasional. Yang penting sesuai kebutuhan anak dan terhubung ke jalur ijazah resmi.

Apakah semua jenis homeschooling menghasilkan ijazah resmi?

Ya, selama terhubung dengan PKBM terakreditasi. Bentuk atau metode apa pun yang dipilih, ijazah kesetaraan Paket A/B/C diperoleh melalui pendidikan kesetaraan di PKBM.

Artikel Lain yang Relevan

Penulis: Tim Konten Flexi School | Bentuk homeschooling merujuk Permendikbud No. 129 Tahun 2014. Metode/pendekatan dirangkum dari referensi homeschooling yang umum, termasuk yang dipopulerkan Rumah Inspirasi. Regulasi ijazah mengacu Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 dan No. 9 Tahun 2025.

Popular Post

Leave a Comment